Berita

Ilustrasi

Bursa

Dolar AS Tertekan Akibat Tekanan Sektor AI dan Prospek The Fed

SABTU, 17 OKTOBER 2026 | 07:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mata uang Dolar AS menutup perdagangan akhir pekan di zona merah. Greenback bersiap mencatatkan penurunan mingguan pertamanya dalam lebih dari sebulan terhadap sejumlah mata uang utama seperti Euro dan Yen. 

Pelemahan ini terjadi seiring meredupnya ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan dari bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) serta kekhawatiran pasar terhadap gelombang aksi jual di sektor kecerdasan buatan (AI).

Sepanjang pekan ini, pasar keuangan sempat diguncang oleh data inflasi konsumen dan produsen yang melampaui estimasi. Kendati demikian, pernyataan para pejabat The Fed yang menilai belum ada urgensi mendesak untuk memperketat kebijakan moneter secara agresif berhasil menstabilkan imbal hasil obligasi Treasury AS, sekaligus meredam daya tarik Dolar.


Tekanan jual yang melanda saham-saham sektor AI turut merembet ke pasar kredit global. Investor mulai dilanda kecemasan bahwa operator pusat data tidak mampu meraup keuntungan secara cepat untuk melunasi kewajiban utang mereka.

Fenomena pergerakan Dolar kali ini dinilai cukup tidak biasa oleh para pengamat pasar. Biasanya, saat saham teknologi mengalami koreksi tajam, Dolar AS dicari sebagai aset aman (safe haven). Namun, yang terjadi justru sebaliknya; kendati obligasi mencatat kenaikan permintaan, Dolar AS justru melandai.

Laporan Reuters menyebutkan, indeks Dolar (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terkoreksi sebesar 0,17 persen ke level 101,87 pada penutupan perdagangan Jumat 16 Oktober 2026. 

Secara akumulatif sepanjang pekan ini, indeks tersebut mencatatkan pelemahan sebesar 0,35 persen.

Di sisi lain, posisi Pound Sterling dan Franc Swiss menguat paling mencolok terhadap Dolar AS sepanjang pekan berjalan. 

Euro turut menguat tipis 0,08 persen ke level 1,1227 Dolar AS setelah sempat melonjak 0,56 persen. 

Di sisi lain, Dolar AS melemah 0,08 persen terhadap Yen Jepang menjadi 158,11, membuat Yen berbalik menguat 0,13 persen dalam sepekan setelah tertekan selama empat pekan berturut-turut.

Dalam forum tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok, Ketua The Fed Kevin Warsh memilih bungkam terkait arah kebijakan suku bunga terdekat dan menyatakan enggan mendahului keputusan komite. John Velis, ahli strategi makro Amerika di BNY, New York, menilai kecil kemungkinan adanya kenaikan suku bunga pada bulan Oktober, meski ruang untuk bulan Desember masih terbuka lebar.

Selain faktor domestik AS, pasar juga mengawasi dinamika fiskal di Prancis serta pernyataan Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) Kazuo Ueda yang menegaskan bahwa risiko inflasi mendasar di Jepang masih melampaui target bank sentral sebesar 2 persen.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya