Berita

KNMP Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (Foto: Istimewa)

Mikro

Akademisi:

KNMP Langkah Nyata Prabowo Sejahterakan Nelayan

SABTU, 17 OKTOBER 2026 | 06:57 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dan dilaksanakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dinilai menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. 

Akademisi sekaligus pengamat kebijakan publik, Iswadi menilai program tersebut berpotensi memperkuat posisi tawar nelayan melalui penyediaan infrastruktur perikanan dan pengembangan ekosistem ekonomi di kawasan pesisir.

Menurut Iswadi, selama puluhan tahun nelayan Indonesia selalu berada di posisi tawar yang lemah. Mereka melaut tanpa akses yang memadai, bergantung pada tengkulak, dan harga jual tangkapan ditentukan oleh pihak lain. 


Pola ini terjadi berulang di hampir seluruh desa pesisir Indonesia, dan menjadi akar persoalan kemiskinan struktural masyarakat nelayan yang sulit terurai dalam puluhan tahun terakhir.

“Yang dilakukan Presiden Prabowo melalui KNMP adalah membalik posisi itu. Nelayan diberi infrastruktur, diberi akses ke koperasi, dan diberi kepastian offtaker melalui Koperasi Desa Merah Putih. Ini bukan kebijakan karitatif yang hanya memberi bantuan sesaat," kata Iswadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu 17 Oktober 2026.

Iswadi menyebut keseriusan pemerintah dalam program ini tercermin dari data yang disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono terkait hasil uji coba selama dua tahun  2023-2025 dengan Pilot Project Kampung Nelayan Modern di Samber-Binyeri Biak yang menunjukkan produktivitas nelayan meningkat lebih dari 78 persen dan pendapatan naik lebih dari 105 persen. 

Berdasarkan hasil tersebut, program kemudian diusulkan kepada Presiden Prabowo untuk diperluas secara nasional. Pada 30 Juli 2026, saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di KNMP Desa Warloka Pesisir, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Trenggono menegaskan target besar pemerintah membangun 5.000 KNMP di seluruh Indonesia hingga berakhirnya periode pertama pemerintahan Presiden Prabowo pada 2029.

Salah satu bukti nyata yang menguatkan apresiasi akademisi ini terlihat di KNMP Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang mulai beroperasi sejak April 2026. Kawasan pesisir Palangpang di Desa Ciwaru yang sebelumnya hanya berupa tempat pendaratan ikan sederhana kini bertransformasi menjadi pusat ekonomi pesisir modern.

Fasilitas yang tersedia mencakup 40 kios terdiri dari 30 kios pasar ikan, 4 kios perbekalan nelayan, dan 6 kios pengepul, dilengkapi cold storage berkapasitas 10 ton, mesin pembekuan cepat (Air Blast Freezer) berkapasitas 1 ton, mobil berpendingin Thermoking, armada distribusi roda tiga Viar, hingga dermaga permanen. Total anggaran yang dialokasikan Kementerian KKP untuk kawasan ini mencapai lebih dari Rp14 miliar.

Dampak paling nyata di Ciwaru dirasakan langsung oleh para nelayan melalui kenaikan harga jual ikan yang signifikan dibandingkan sebelum dan sesudah adanya KNMP harga ikan tongkol atau ikan lisong  sempat anjlok hingga Rp5.000 per kilogram ketika panen berlimpah, kini stabil dikisaran Rp10.000 hingga Rp13.000 per kilogram, atau naik lebih dari dua kali lipat berkat keberadaan mesin ABF dan cold storage, bahkan setara dengan sentra pendaratan ikan besar seperti Pelabuhan Ratu.

“Target 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga akhir periode pertama Presiden Prabowo adalah ambisi yang patut didukung. Pemerintah tidak bermain aman dengan target moderat, tetapi menetapkan skala yang benar-benar mampu mengubah wajah desa pesisir Indonesia," tutup Iswadi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya