Berita

Ilustrasi Pemilu. (Foto: Istimewa)

Politik

SMRC Ukur Kualitas Kepemimpinan 31 Tokoh

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

SABTU, 17 OKTOBER 2026 | 02:29 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei opinion leaders tentang kualitas kepemimpinan nasional demokratik-transformatif.

Survei ini melibatkan 200 pemuka pendapat atau opinion leaders yang diminta menilai 31 tokoh dari berbagai latar belakang.

Dalam survei tersebut, Mahfud MD memperoleh skor rata-rata kualitas tokoh tertinggi dengan nilai 7,6 dari skala 0-10.


Posisi berikutnya ditempati Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Anies Baswedan, Dedi Mulyadi, Zainal Arifin Mochtar, dan Pramono Anung Wibowo, yang masing-masing meraih skor 7,0.

Selanjutnya, Sri Mulyani Indrawati memperoleh skor 6,9, sedangkan Ganjar Pranowo dan Retno Marsudi masing-masing mendapat 6,8. Usman Hamid, Sherly Tjoanda Laos, Bivitri Susanti, Saldi Isra, dan Feri Amsari memperoleh skor 6,7.

Adapun Agus Harimurti Yudhoyono meraih skor 6,5, Megawati Soekarnoputri 6,4, Sudirman Said dan Sukidi masing-masing 6,3, serta Yusril Ihza Mahendra 6,0. Sejumlah tokoh lainnya memperoleh skor di bawah angka tersebut.

Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) mengapresiasi survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk "Kepemimpinan Nasional Demokratik Transformatif 2029: Studi Evaluasi Opinion Leaders" yang dirilis Kamis 15 Oktober 2026.

Dalam studi yang menilai 31 tokoh nasional tersebut, salah satu pendiri MTI, Sudirman Said, memperoleh skor rata-rata kualitas kepemimpinan 6,3 dari skala 0-10. 

Direktur Eksekutif Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI), Ahmad Jilul QF memandang survei ini penting setidaknya karena dua alasan.

Pertama, penilaian diberikan oleh kalangan yang kompeten. Responden studi ini bukan publik umum, melainkan 200 opinion leaders yang terdiri atas 166 akademisi dari berbagai bidang ilmu dan 34 jurnalis senior. 

"Mereka dipilih karena mengenal seluruh tokoh yang dinilai, sehingga perbandingan dapat dilakukan secara setara," kata Ahmad, dikutip Sabtu 17 Oktober 2026.

Sebanyak 149 di antaranya bersedia namanya dipublikasikan sebagai penilai, sebuah bentuk akuntabilitas yang patut dihargai. 

MTI juga mencatat bahwa SMRC secara terbuka menyatakan hasil studi ini bersifat deskriptif, bukan inferensial. Kejujuran metodologis semacam ini justru memperkuat kredibilitasnya.

Kedua, kata Ahmad, kriteria penilaiannya relevan dengan tantangan membereskan negara hari ini. 

Menurutnya, tokoh dinilai berdasarkan sepuluh aspek: kompetensi, empati, integritas, akseptabilitas, sikap pluralis-inklusif, kemampuan memimpin, komitmen terhadap demokrasi, komitmen terhadap kesejahteraan umum, komitmen terhadap profesionalisme TNI dan Polri, serta komitmen terhadap politik luar negeri bebas aktif. 

"Ukuran-ukuran ini menjawab persoalan nyata bangsa, bukan sekadar popularitas atau elektabilitas," kata Ahmad.

Ahmad berpandangan, hasil ini juga menarik karena Sudirman Said tidak sedang memegang jabatan publik maupun memimpin partai politik. 

"Artinya, penilaian para opinion leaders didasarkan pada rekam jejak dan kualitas personal, bukan pada sorotan kekuasaan," pungkas Ahmad.

MTI mendorong partai politik, masyarakat sipil, dan publik luas untuk menjadikan kualitas kepemimpinan, bukan semata kedekatan kekuasaan atau popularitas, sebagai pertimbangan utama dalam menyiapkan kepemimpinan nasional menuju 2029.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya