Berita

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Pemerintahan

Wamenko Dradjad Hari Wibowo:

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 23:45 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Wibowo menyentil investor domestik yang dinilai terlalu mudah panik menyikapi pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait ancaman penurunan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Menurutnya, MSCI memang memiliki reputasi tinggi di pasar keuangan global. Namun, penilaian lembaga indeks tersebut tidak selalu benar sehingga investor perlu memiliki pertimbangan mandiri.

“Tapi satu yang ingin saya sampaikan, mereka tidak selalu benar,” kata Dradjad di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 16 Oktober 2026.


Drajad menilai kepanikan investor domestik dalam merespons pengumuman MSCI antara lain dipicu kurangnya kepercayaan diri untuk melakukan perhitungan secara mandiri.

“Jadi apa yang terjadi sekarang ini adalah karena investor domestik terlalu gampang panik, karena mungkin belum pede untuk berhitung sendiri,” kata Drajad.

Dradjad meminta investor tidak sekadar mengikuti sentimen pasar, tetapi memperkuat analisis dan menghitung sendiri potensi imbal hasil saham sebelum mengambil keputusan investasi.

“Cobalah, kalian bisa lebih independen. Perkuat analisis kalian, perkuat model-model kalian, melakukan modeling sendiri, bisa ngitung return saham kita sendiri, bisa tahu kekuatan kita sendiri,” kata Drajad.

Dradjad mencontohkan prospek emiten sektor konsumer domestik yang diperkirakan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sekitar 5,9 persen pada kuartal III-2026. 

Menurutnya, proyeksi kinerja perusahaan semacam itu perlu menjadi bahan pertimbangan investor, alih-alih mengambil keputusan hanya berdasarkan sentimen negatif.

Drajad juga mengingatkan bahwa dana yang ditempatkan masyarakat di pasar modal tidak sedikit yang berasal dari tabungan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, seperti membeli rumah dan membiayai pendidikan anak.

Karena itu, investor perlu memiliki ketahanan menghadapi gejolak pasar agar tidak mengambil keputusan secara terburu-buru yang justru berpotensi merugikan.

“Nah kalau gampang panik akan rugi. Tapi kalau kita nggak gampang panik, itu akan bisa lebih aman,” kata Drajad.

Meski meminta investor tidak panik, Dradjad menegaskan pemerintah tidak akan mengabaikan catatan MSCI mengenai tata kelola pasar modal Indonesia.

Menurutnya, sejumlah masukan lembaga indeks global tersebut memang relevan untuk ditindaklanjuti, terutama terkait pembenahan tata kelola dan penegakan hukum.

"Pemerintah tetap melanjutkan reform. Ada atau tidak ada, apa pun keputusan dari MSCI kita tetap akan melakukan," tutup Drajad.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya