Aktor senior Yadi Timo dikabarkan meninggal dunia pada usia 66 tahun/Istimewa
Dunia seni peran Indonesia kembali kehilangan salah satu talenta terbaiknya. Aktor senior Yadi Timo dikabarkan meninggal dunia pada usia 66 tahun.
Kepergian sosok yang wajahnya begitu akrab menghiasi layar kaca maupun layar lebar ini meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, rekan sesama seniman, serta para penikmat film tanah air.
Kabar duka kepergian almarhum pertama kali diungkapkan oleh aktor Pudji Sigit Purwadi melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia menyampaikan salam perpisahan yang sarat akan emosi bagi sang sahabat.
“Selamat jalan ya, Mo … menuju tempat keabadian,” tulis Pudji Sigit Purwadi.
Unggahan itu seketika dibanjiri ucapan belasungkawa dari para figur publik tanah air. Sejumlah artis seperti Natasha Wilona, Tengku Firmansyah, Marcelino Lefrandt, hingga Adjie Pangestu turut menyampaikan rasa kehilangan serta doa agar amal ibadah almarhum diterima di sisi-Nya.
Jejak Langkah dan Peran Ikonik di Dunia AktingMemiliki nama lengkap Yadi Djoerica Marton Timo, almarhum lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 12 Februari 1960.
Sebelum mendedikasikan hidupnya sepenuhnya di dunia seni peran, ia sempat mengenyam pendidikan di SMAS Al-Hikmah Cibatu, STikom Bandung, hingga melanjutkan studinya ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Nama Yadi Timo mulai melambung tinggi dan melekat di ingatan publik luas ketika ia membintangi film musikal legendaris Petualangan Sherina (2000).
Dalam film yang dibintangi oleh Sherina Munaf dan Derby Romero itu, Yadi tampil memukau sebagai Mastur, salah satu penculik karakter Sadam. Peran tersebut menjadi salah satu tonggak penting yang membuat wajahnya sangat familier bagi generasi yang tumbuh besar pada awal 2000-an.
Sepanjang dekade kariernya, Yadi dikenal sebagai aktor watak yang sangat produktif. Di kancah perfilman, ia telah membintangi berbagai judul film lintas genre, mulai dari Petualangan 100 Jam, Rindu Kami PadaMu, Brownies (sebagai Pak Donny), Banyu Biru, hingga tampil kembali dalam film Marley pada tahun 2022.
Tidak hanya di film layar lebar, dominasi Yadi juga sangat kuat di ranah sinetron televisi. Ia kerap dipercaya membawakan beragam karakter penting, baik protagonis maupun antagonis.
Perannya sebagai Rohali (ayah Nayla yang diperankan oleh Chelsea Olivia) dalam sinetron populer Buku Harian Nayla (2006)—yang diadaptasi dari drama Jepang 1 Litre of Tears—menjadi salah satu mahakarya akting televisinya yang paling diingat.
Konsistensi Yadi di layar kaca terus terjaga hingga era modern melalui berbagai judul sinetron hits seperti Orang Ketiga, Buku Harian Seorang Istri, Dewi Rindu, Ikatan Cinta (sebagai Amran), hingga karya terakhirnya dalam sinetron Ketika Cinta Memanggilmu pada 2025.
Yadi Timo telah berpulang, namun dedikasi, totalitas, dan deretan karya besar yang ia tinggalkan akan terus hidup abadi dalam sejarah industri hiburan Indonesia. Selamat jalan, Yadi Timo.