Berita

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi. (Foto: tangkapan layar YouTube)

Bursa

OJK Ungkap 31 Saham Bermasalah Terindikasi Pidana

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 18:47 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sebanyak 31 saham yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) terindikasi memiliki potensi tindak pidana di pasar modal.

Temuan tersebut diungkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi dalam konferensi pers bersama Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dan pejabat lain di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026.

"Dari 61 saham yang sebelumnya masuk daftar, 31 di antaranya telah diperiksa dan terindikasi memiliki potensi dugaan pelanggaran pidana di pasar modal," kata Hasan.


Hasan menjelaskan, pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari langkah pembenahan dan penguatan pengawasan pasar modal yang dilakukan OJK bersama BEI sejak Januari 2026.

Dalam proses penegakan aturan, OJK telah menjatuhkan sanksi kepada 835 pihak dengan total nilai lebih dari Rp390 miliar.

Salah satu perkara yang menjadi perhatian adalah dugaan manipulasi perdagangan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dalam rentang 2023 hingga 2026. OJK telah meminta keterangan dari sejumlah pihak, termasuk 12 direktur perusahaan sekuritas dan 15 individu, serta menelusuri aliran dana yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran tersebut.

OJK juga menyampaikan adanya pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran dalam proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sejumlah emiten, termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Dugaan yang diperiksa antara lain terkait alokasi saham kepada pihak-pihak yang terafiliasi dengan pemegang saham pengendali serta penyamaran identitas pihak yang menerima alokasi.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, reformasi pasar modal telah berjalan sejak awal tahun. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperketat keterbukaan informasi kepemilikan saham dan memperluas klasifikasi investor.

Menurut Friderica, batas keterbukaan informasi yang sebelumnya berada di level 5 persen kini diturunkan menjadi 1 persen. Klasifikasi investor juga diperluas menjadi 39 kategori untuk meningkatkan transparansi pasar.

Ia menegaskan, langkah reformasi tersebut telah disiapkan dan berjalan sebelum pengumuman terbaru dari penyedia indeks global MSCI pada Jumat pagi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya