Berita

Ilustrasi

Politik

Sama Seperti Ijazah Gibran, DPR Ditantang Berani Bentuk Pansus Karhutla

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 17:11 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Mengemukanya wacana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) terkait ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai menjadi momentum untuk menguji konsistensi DPR dalam menggunakan fungsi pengawasannya. 

Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dinilai juga layak dibawa ke tingkat pengawasan yang lebih serius.

Pengamat politik sekaligus Direktur SCL Taktika Konsultan, Iqbal Themi, menilai urgensi tersebut semakin kuat karena dampak karhutla telah melintasi batas negara.


“Mengemukanya wacana Pansus Gibran menunjukkan DPR memiliki ruang menggunakan instrumen politiknya. Karhutla juga membutuhkan keberanian pengawasan yang sama, apalagi dampaknya sudah melintasi batas negara,” ujar Iqbal kepada wartawan, Jumat 16 Oktober 2026.

Lebih lanjut, Iqbal menilai persoalan ini menjadi lebih serius ketika dampak asap mulai dirasakan negara-negara tetangga.

“Kalau asap Indonesia sudah mengganggu masyarakat negara lain dan menjadi pembicaraan antarnegara, ini sudah menyangkut kredibilitas pemerintah dan posisi Indonesia di kawasan,” katanya.

Menurut Iqbal, Pansus Karhutla harus diarahkan untuk membedah akar persoalan, bukan sekadar mengevaluasi pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi.

“Yang harus dibuka bukan hanya bagaimana api dipadamkan, tetapi mengapa persoalan yang sama terus berulang. Apakah pencegahannya gagal, pengawasannya lemah, koordinasinya bermasalah, atau penegakan hukumnya tidak memberikan efek jera,” tegas Iqbal.

Menurut Iqbal, sorotan dari negara tetangga semestinya menjadi tekanan tambahan bagi DPR untuk menggunakan instrumen pengawasan yang dimilikinya.

“Jangan sampai justru negara tetangga yang lebih keras mempertanyakan dampak karhutla, sementara DPR kita tidak menggunakan seluruh instrumen pengawasan yang dimilikinya,” tegas Iqbal.

Ia menilai dampak karhutla terhadap masyarakat sudah cukup menjadi dasar bagi DPR untuk bertindak lebih jauh.

“Karena itu, DPR harus berani membentuk Pansus Karhutla. Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat serta sejauh mana negara benar-benar hadir melindungi warganya,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya