Berita

Ilustrasi

Bursa

Trading Halt Tak Redam Tekanan, IHSG Sesi I Ambles 10,76 Persen

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 12:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Jumat  siang, 16 Oktober 2026. 

Hingga penutupan Sesi I, IHSG anjlok 10,76 persen atau kehilangan 630,778 poin ke level 5.233,002.

Berdasarkan data RTI Business pukul 11.30 WIB, IHSG dibuka di level 5.863,780, sempat bergerak naik hingga 5.863,924 sebelum terperosok ke titik terendah 5.193,222. Indeks kemudian ditutup pada level 5.233,002.


Pelemahan ini membawa IHSG ke level terendah baru sepanjang tahun ini, melampaui posisi 5.342 yang tercatat saat kejatuhan pasar pada Senin, 8 Juni 2026. Tekanan jual yang besar juga terjadi setelah perdagangan sempat mengalami penghentian sementara atau trading halt pada awal sesi.

Mayoritas saham berada di zona merah. Sebanyak 771 saham melemah, hanya 14 saham menguat, sedangkan sisanya tidak mengalami perubahan harga.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi tiga saham dengan nilai transaksi terbesar.

Tekanan juga melanda seluruh indeks sektoral. Sektor barang baku (IDXBASIC) mencatat penurunan terdalam sebesar 12,96 persen, disusul sektor energi (IDXENERGY) yang melemah 12,21 persen dan infrastruktur (IDXINFRA) yang turun 12,13 persen.

Sektor industri (IDXINDUST) terkoreksi 10,79 persen, barang konsumen siklikal (IDXCYCLIC) turun 10,15 persen, dan barang konsumen non-siklikal (IDXNONCYC) melemah 9,70 persen.

Sementara itu, sektor kesehatan (IDXHEALTH) turun 10,42 persen, keuangan (IDXFINANCE) melemah 8,21 persen, properti (IDXPROPERT) terkoreksi 9,37 persen, teknologi (IDXTECHNO) turun 8,32 persen, serta transportasi (IDXTRANS) melemah 9,45 persen.

Pelemahan tajam juga terjadi pada indeks saham unggulan. Indeks LQ45 anjlok 12 persen ke level 519,264, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) turun 12,21 persen menjadi 304,245.

Indeks IDX30 terkoreksi 11,66 persen ke level 290,459, sementara MNC36 melemah 11,52 persen ke posisi 230,512.

Besarnya jumlah saham yang melemah dibandingkan saham yang menguat menunjukkan tekanan jual meluas di hampir seluruh pasar. IHSG pun mengakhiri Sesi I di dekat level terendah hariannya, mencerminkan kuatnya tekanan terhadap pasar saham domestik.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya