Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Finansial

DPR Didesak Segera Panggil BEI dan OJK Usai IHSG Anjlok

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 11:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, mendesak Komisi XI DPR RI segera memanggil Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 8,01 persen pada pembukaan perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026.

Jansen yang juga mengaku sebagai investor kecil di pasar modal menilai, gejolak tersebut tidak bisa dianggap sebagai peristiwa pasar biasa. Ia meminta evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola bursa, integritas perdagangan, dugaan manipulasi pasar, serta efektivitas penegakan hukum.

“Kita tidak bisa terus-menerus menyaksikan pasar modal kita mengalami gejolak ekstrem tanpa evaluasi menyeluruh dan pertanggungjawaban yang jelas,” kata Jansen lewat akun X miliknya, Jumat, 16 Oktober 2026.


Menurutnya, Komisi XI DPR harus menggunakan kewenangan pengawasan untuk menyelidiki berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Jansen meminta agar dugaan kelemahan sistemik, praktik manipulasi, maupun kegagalan pengawasan dibuka secara transparan dan ditindak tegas apabila terbukti. Ia juga mengingatkan agar persoalan mendasar tidak ditutupi dengan penjelasan normatif yang hanya meredakan kekhawatiran untuk sementara waktu.

Lebih lanjut, Jansen mendorong Komisi XI melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola BEI serta efektivitas pengawasan OJK. Ia juga meminta transparansi untuk memastikan apakah gejolak pasar berkaitan dengan persoalan internal atau kebijakan penyedia indeks global MSCI.

“Jangan-jangan bukan mereka yang salah, tapi MSCI yang telah secara keterlaluan menghukum kita. Agar jelas, buka secara transparan,” ujarnya.

Selain itu, Jansen meminta pengusutan dugaan manipulasi dan perdagangan terkoordinasi yang berpotensi merugikan investor. Evaluasi juga perlu dilakukan terhadap mekanisme pengawasan transaksi, penghentian perdagangan sementara (trading halt), serta perlindungan investor ketika terjadi gejolak ekstrem.

Ia menekankan pentingnya target perbaikan, tenggat waktu, dan mekanisme pelaporan kepada publik agar langkah pembenahan BEI dan OJK dapat dipantau secara jelas.

Jansen menegaskan, desakan tersebut bukan untuk memicu kepanikan atau menyalahkan pihak tertentu tanpa pemeriksaan objektif. Namun, ia menilai persoalan ini terlalu serius untuk sekadar dianggap sebagai gejolak pasar biasa.

“Jangan biarkan investor Indonesia berjuang sendirian menghadapi risiko yang seharusnya dapat dicegah melalui tata kelola dan pengawasan yang baik,” tegasnya.

Jansen pun mendesak Komisi XI DPR segera memanggil pihak-pihak terkait, membuka persoalan secara transparan, serta memastikan adanya pertanggungjawaban dan reformasi nyata di pasar modal Indonesia.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya