Berita

Kabut oranye akibat karhutla (Tangkapan video Washington Post)

Bursa

Karhutla Landa Anak Usaha AALI, Manajemen Pastikan Target Produksi 2026 Tetap Aman

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 09:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menguji sektor agribisnis. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mengonfirmasi bahwa salah satu anak usahanya, PT Subur Agro Makmur (SAM) yang berlokasi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, turut terdampak insiden tersebut.

Kendati demikian, manajemen memastikan bahwa musibah ini tidak menggoyalkan fondasi bisnis perusahaan. Operasional di lapangan diklaim tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.

"Selain itu, tidak terdapat unplanned shutdown pada lokasi site SAM akibat karhutla," jelas Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan AALI, Tingning Sukowignjo, melalui keterbukaan informasi pada Kamis 15 OKtober 2026. 


Sebagai respons cepat, Tingning menyebutkan bahwa pihak manajemen telah menginstruksikan SAM untuk menerapkan prosedur penanggulangan sesuai aturan yang berlaku. Saat ini, situasi di lokasi terpantau kondusif dan seluruh titik api telah berhasil dipadamkan.

Guna mencegah kejadian serupa terulang, SAM memperketat lini pengamanan melalui berbagai langkah mitigasi strategis, di antaranya; pemantauan titik panas (hotspot) berbasis satelit secara berkala, peningkatan intensitas patroli darat danoptimalisasi menara pemantau api, penyediaan sarana pemadam kebakaran yang memadai serta pemetaan sumber air terdekat, serta penyiagaan Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) dan penggunaan teknologi water bombing dalam kondisi darurat.

Terkait proses hukum yang berjalan, manajemen AALI membenarkan bahwa sejumlah karyawan SAM sedang dimintai keterangan oleh aparat berwenang. Meski demikian, perseroan menegaskan proses tersebut tidak berdampak hukum maupun mengganggu kelangsungan usaha secara keseluruhan. Terlebih, SAM tercatat belum pernah menerima sanksi administratif terkait karhutla di wilayah operasionalnya.

Secara finansial, AALI menjamin bahwa insiden ini tidak membawa pengaruh material terhadap pendapatan, perolehan laba, maupun nilai aset konsolidasi. Target produksi perseroan untuk tahun 2026 juga dipastikan tetap berada di jalur yang aman.

"Tidak terdapat fakta material terkait kejadian itu yang dinilai dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham AALI," pungkas Tingning.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya