Berita

Kepala BPGMN Satyawan Pudyatmoko (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Pemerintahan

BPGMN Bakal Petakan dan Sekat Kanal untuk Pulihkan Gambut

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 09:04 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) menyiapkan langkah pemulihan ekosistem gambut melalui pemetaan dan penyekatan kanal untuk menjaga kelembapan lahan serta mencegah kekeringan yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BPGMN, Satyawan Pudyatmoko menjelaskan, gambut memiliki karakter alami yang basah dan lembap sehingga rentan terbakar apabila kondisinya berubah menjadi kering. 

Salah satu faktor yang menyebabkan gambut kehilangan kelembapannya adalah kanal yang mengalirkan air keluar dari lahan gambut, terutama saat musim kemarau.


“Gambut terbakar karena ada upaya untuk mengubah sifat alami gambut, dari yang sifatnya basah dan lembap menjadi kering. Ini adalah problem utama dalam pengelolaan gambut di Indonesia,” ungkapnya di Istana Negara, Jakarta, dikutip Jumat, 16 Oktober 2026.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, BPGMN akan memetakan kanal dan membangun sekat agar air tidak cepat mengalir keluar dari lahan gambut. 

Selain memperbaiki tata air, lembaga ini juga akan melibatkan masyarakat dalam mengembangkan komoditas yang sesuai dengan karakteristik lahan dan tidak merusak keseimbangan ekosistem.

“Kita juga harus bekerja sama dengan masyarakat, mengaktifkan peran masyarakat dalam mengelola gambut agar tidak membudidayakan komoditas-komoditas yang tidak ramah air,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BPGMN, Mayjen TNI Sriyanto menegaskan bahwa pemulihan ekosistem harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Menurutnya, sagu berpotensi dikembangkan di lahan gambut, sedangkan kawasan mangrove dapat dimanfaatkan untuk mendukung perikanan dan pariwisata tanpa merusak lingkungan.

“Sagu ternyata sangat potensial untuk dikembangkan di lahan gambut. Jadi, masyarakat harus langsung menerima manfaat dari penanaman sagu di lahan gambut,” terangnya. 

Sriyanto juga mengingatkan agar pengembangan usaha di kawasan mangrove tetap menjaga kelestarian ekosistem. 

“Begitu juga di mangrove. Ada ikan-ikan yang bisa dikembangkan. Kita jangan membuat tambak yang merusak mangrove, tetapi bagaimana ekosistem yang dikembangkan bisa mendukung pariwisata dan pengembangan perikanan yang aman,” ujarnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya