Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bursa

Logam Mulia Berkilau Didorong Pelemahan Dolar dan Penurunan Imbal Hasil Obligasi

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 07:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia bangkit, memutus tren pelemahan tiga hari beruntun akibat tertekannya Dolar AS dan imbal hasil US Treasury. 

Pasar menilai ruang gerak Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga kian terbatas meskipun data inflasi Amerika Serikat (AS) melampaui estimasi.

Laporan Reuters menyebutkan, Harga emas spot menguat, naik 1,2 persen ke level 4.153,42 Dolar AS per ons pada Jumat dini hari, 16 Oktober 2026, setelah sempat menyentuh posisi terendah sepekan.


Emas berjangka (kontrak Desember) juga menguat 1,5 persen menjadi 4.170,10 Dolar AS per ons.

Pelemahan Indeks Dolar AS (DXY) sebesar 0,5 persen serta jatuhnya imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun ke level terendah tiga pekan mendongkrak daya tarik aset tanpa imbal hasil ini.

Harga logam lainnya juga melambung. Perak spot menguat 2,5 persen ke posisi 57,05 Dolar AS per ons, platinum menguat 1 persen menjadi 1.622,40 Dolar AS per ons, dan paladium melesat 3,4 persen ke level 1.131,25 Dolar AS per ons.

Meski data menunjukkan lonjakan harga produsen AS tertinggi dalam 4,5 tahun pada September, para pejabat the Fed seperti Mary Daly dan Michelle Bowman mengisyaratkan bahwa pengetatan agresif dalam waktu dekat belum tentu diperlukan. Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, peluang kenaikan suku bunga pada Oktober saat ini berada di kisaran 29 persen.

Selanjutnya, investor menantikan pidato Chairman Fed Kevin Warsh dalam pertemuan tahunan IMF untuk memantau arah kebijakan moneter menjelang rapat the Fed bulan ini.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya