Berita

Ilustrasi

Bursa

Pasar Eropa Sentuh Level Tertinggi Dua Pekan, Didorong Kinerja Sektor Kesehatan

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 07:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa, berhasil menapaki level tertingginya dalam lebih dari dua pekan pada penutupan perdagangan Kamis 15 Oktober 2026 waktu setempat. 

Penguatan ini ditopang oleh laporan keuangan korporasi yang solid serta lonjakan signifikan pada saham sektor Kesehatan, di tengah melemahnya minat pada saham berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup menguat 0,38 persen atau setara dengan 2,41 poin ke level 640,16. Sebelumnya, indeks tersebut sempat menyentuh posisi tertingginya sejak 30 September pada awal sesi perdagangan.


Tren positif juga terlihat di bursa regional utama Eropa lainnya. Indeks DAX Jerman bertambah 0,33 persen atau 84,01 poin menjadi 25.382,62, FTSE 100 Inggris melesat 1,08 persen atau 115,49 poin ke posisi 10.840,35, serta CAC 40 Prancis naik 0,78 persen atau 61,59 poin menjadi 7.934,70.

Para pelaku pasar berharap musim rilis laporan keuangan yang kuat dapat menjadi katalis untuk mengangkat indeks keluar dari fase pergerakan terbatas yang telah berlangsung selama satu bulan terakhir.

Saham Ericsson mencatat lonjakan terbesar dalam indeks acuan sebesar 6,8 persen. Penguatan ini terjadi setelah produsen peralatan telekomunikasi asal Swedia tersebut mengumumkan pencapaian kinerja keuangan kuartal ketiga yang melampaui proyeksi pasar.

Kendati demikian, sektor teknologi justru menjadi hambatan utama bagi pergerakan bursa Eropa. Indeks teknologi melemah 1,5 persen, tertekan oleh penurunan tajam pada saham produsen sistem semikonduktor asal Jerman, Aixtron, yang merosot hingga 13 persen.

Tekanan serupa dialami oleh produsen cip Infineon dan Soitec yang masing-masing anjlok 5,2 persen dan 7,7 persen, sementara saham produsen peralatan semikonduktor ASML melemah 4,2 persen.

Koreksi pada saham teknologi ini dipicu oleh rilis data inflasi Amerika Serikat yang berada di atas perkiraan pada hari Rabu. Kondisi tersebut memicu spekulasi bahwa Federal Reserve berpotensi kembali menaikkan suku bunga, yang pada gilirannya membebani perusahaan-perusahaan dengan ketergantungan tinggi pada pembiayaan utang untuk mendanai infrastruktur AI.

Michele Morganti, Senior Equity Strategist di Generali Investments, menjelaskan bahwa tekanan inflasi yang masih persisten terus membayangi saham-saham berdurasi panjang, termasuk perusahaan teknologi, serta mendongkrak biaya pendanaan mereka.

Sebagai respons atas tekanan di sektor teknologi, saham sektor kesehatan melesat 2,4 persen dan keluar sebagai salah satu penampil terbaik dalam indeks STOXX 600. Investor secara aktif menjadikan sektor ini sebagai tempat perlindungan modal di tengah meredupnya momentum perdagangan saham teknologi berbasis AI.

Di luar sektor teknologi, saham perusahaan kertas dan kemasan Mondi terkoreksi 7,9 persen setelah manajemen mengumumkan kenaikan harga produk kertas pada kuartal ketiga guna meredam lonjakan biaya energi serta bahan baku.

Sementara itu, saham perusahaan tambang Antofagasta turun 4,1 persen usai melaporkan total produksi tembaga kumulatif sepanjang 2026 hingga periode pelaporan mencapai 436.900 ton, atau merosot 8,3 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan saham tersebut, dibarengi melemahnya harga komoditas tembaga, turut menyeret indeks sektor pertambangan turun 0,8 persen.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya