Berita

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Politik

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 05:23 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Menyusul kabar tertangkapnya sejumlah oknum anggota BNPB oleh KPK, Anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR  RI, Mulyanto minta Pemerintah segera ambil tindakan. 

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap tata kelola (governance) penanggulan bencana nasional, termasuk profesionalisme pejabat BNPB. 

Saat ini pemerintah telah menunjuk Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai kepala BNPB batu menggantikan Letjen TNI Suharyanto. Namun, pembenahan tak berhenti sampai di situ.  


“Peristiwa penangkapan itu sangat ironis. Sebab di saat negara sering dilanda bencana yang tidak kunjung usai, ternyata dana bantuan penanggulangan malah dikorupsi oleh pejabat terkait,” kata Mulyanto dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis malam, 15 Oktober 2026. 

Karena itu, ia minta pemerintah menindak tegas semua pihak yang terkait. Mulyanto juga mengapresiasi KPK untuk menuntut pelaku korupsi dana penanggulangan bencana dengan hukuman mati. 

"Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera yang belum kunjung tuntas, kok tega dananya malah dikorupsi," tegasnya. 

Lanjut dia, perbuatan oknum tersebut sangat keji karena telah menyebabkan proses penanggulangan bencana menjadi terkendala.  

"Kebakaran hutan menimbulkan penderitaan masyarakat yang sangat serius. Bahkan dampaknya sampai ke negara lain. Pemerintah tidak boleh membiarkan bencana menjadi persoalan rutin yang terus berulang tanpa penyelesaian yang memadai," imbuhnya. 

"Bukan saja rakyat kita yang menderita, tetapi marwah dan reputasi Indonesia di mata negara jiran juga ikut dipertaruhkan. Kita tentu tidak ingin Indonesia terus dikenal sebagai negara pengekspor kabut asap,” tambah dia.

Ia menegaskan agar pemerintah secara serius segera mengevaluasi tata kelola penanggulangan bencana nasional.

Pengalaman penanganan banjir bandang dan bencana hidrometeorologi di Aceh serta sejumlah wilayah Sumatera juga perlu dijadikan bahan evaluasi komprehensif. Mulai dari sistem peringatan dini, koordinasi pusat-daerah, kecepatan tanggap darurat, distribusi bantuan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. 

“Kita tidak boleh terus-menerus menggunakan pendekatan reaktif, baru bergerak ketika bencana sudah meluas dan masyarakat menjadi korban. Negara harus memperkuat kemampuan antisipasi, bukan sekadar kemampuan merespons setelah kejadian,” pungkasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya