Berita

Anggota Jaringan 98 Resolution, Yosef Sampurna Nggarang. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Yos Nggarang: Survei Bisa jadi Alat Propaganda Politik

KAMIS, 15 OKTOBER 2026 | 18:00 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Hasil survei politik yang dirilis sejumlah lembaga belakangan ini perlu dibaca secara kritis karena berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Anggota Jaringan 98 Resolution, Yosef Sampurna Nggarang, menilai kredibilitas survei tidak cukup diukur dari angka statistik, tetapi juga dilihat dari independensi lembaga, transparansi pembiayaan, dan akuntabilitas metodologi.

“Survei-survei yang disajikan saat ini harus dibaca secara kritis karena berpotensi menjadi instrumen pembentukan persepsi negatif masyarakat terhadap pemerintah. Namun, pemerintah sendiri tidak perlu terganggu,” ujar Yos, sapaan Yosef dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 15 Oktober 2026.
 

 
Ia mempertanyakan objektivitas sejumlah lembaga survei yang menurut penilaiannya memiliki kecenderungan politik berseberangan dengan pemerintahan Prabowo.

“Beberapa lembaga survei memiliki preferensi politik yang jelas. Karena itu, independensi dan integritasnya dalam menyelenggarakan survei patut dipertanyakan. Jangan sampai otoritas akademik digunakan untuk melegitimasi kepentingan politik,” tegasnya.

Untuk menjaga independensi, ia meminta lembaga survei untuk membuka sumber pembiayaan dan metodologi penelitian agar publik dapat menguji independensi serta validitas hasilnya.

Menurutnya, angka statistik dapat menjadi alat propaganda apabila digunakan untuk menggiring opini publik demi kepentingan politik tertentu tanpa pertanggungjawaban ilmiah yang memadai.

“Propaganda politik tidak selalu menggunakan slogan. Angka statistik dan klaim akademis juga bisa menjadi instrumen propaganda apabila digunakan untuk membentuk persepsi politik tertentu,” ujarnya.

Meski demikian, Yos menegaskan pemerintah tetap harus menghormati hasil survei dan pandangan publik yang berbeda. Survei yang objektif dan kredibel, kata dia, dibutuhkan untuk mengevaluasi kinerja pemerintah sekaligus memperbaiki kebijakan publik.

“Pemerintah membutuhkan survei yang benar untuk mengukur kinerjanya, bukan survei yang sekadar memenangkan pertarungan persepsi. Kalau pemerintah salah, kritik berdasarkan data. Kalau berhasil, akui berdasarkan data,” tegasnya.

Yos juga mengingatkan lembaga survei agar menjaga integritas keilmuan dan tidak membiarkan hasil penelitian menjadi alat pertarungan kepentingan politik.

“Jangan sampai ilmu pengetahuan kehilangan integritasnya karena dijadikan alat pertarungan politik. Pemerintah tidak perlu takut terhadap survei, tetapi publik harus kritis terhadap survei yang independensinya dipertanyakan,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya