Berita

Petugas kepolisian berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (Foto: Istimewa)

Keamanan

Kapolri Segera Umumkan Perusahaan Tersangka Karhutla

KAMIS, 15 OKTOBER 2026 | 16:02 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Penegakan hukum dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sudah masuk masuk dalam tahap penyidikan dengan menetapkan sejumlah korporasi menjadi tersangka.

"Untuk penegakan hukum sudah kita lakukan penyidikan dari 97 LP (Laporan Polisi), menjadi 92 yang naik sidik. Kemudian sekarang ini sudah mengerucut pada korporasi," kata Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026.

Sayangnya Suyudi belum bersedia mengungkap identitas korporasi tersebut. Ia berjanji setelah penyidikan rampung, pihaknya akan segera merilis kasus melalui Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin.


"Nanti kalau sudah kita tetapkan (tersangka) akan diekspos oleh Pak Kabareskrim," pungkas Suyudi.

Sebelumnya, Kasubdit 3 Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Pipit Subiyanto menjelaskan bahwa pihaknya telah menetapkan 223 orang tersangka perorangan dari total 273 Laporan Polisi terkait karhutla.

Adapun rinciannya adalah 12 orang tersangka di Polda Kalimantan Barat, 65 orang tersangka di Polda Riau, 48 orang tersangka di Polda Sumatera Selatan, 39 orang tersangka di Polda Kalimantan Tengah, dan 31 orang tersangka di Polda Kalimantan Timur.

Kemudian, 14 orang tersangka di Polda Jambi, 8 orang tersangka di Polda Kalimantan Selatan, 3 orang tersangka di Polda Kalimantan Utara, 2 orang tersangka di Polda Sulawesi Tenggara, dan satu orang tersangka di Polda Sulawesi Selatan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya