Berita

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji. (Foto: RMOL/Hanifatunnisa)

Pemerintahan

Pertumbuhan Ekonomi RI Makin Minim Ciptakan Lapangan Kerja

KAMIS, 15 OKTOBER 2026 | 14:16 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kemampuan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam menyerap tenaga kerja terus menurun. Jika sebelumnya pertumbuhan ekonomi 1 persen mampu menyerap sekitar 400 ribu tenaga kerja, kini penyerapan 300 ribu orang saja sudah tergolong baik.

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mengatakan, perubahan tersebut tidak terlepas dari semakin masifnya penggunaan teknologi di sektor industri yang berpotensi mengurangi kebutuhan tenaga kerja.

"Kalau dulu per 1 persen pertumbuhan ekonomi bisa menyerap sekitar 400.000 tenaga kerja, hari ini hampir bisa 300.000 itu sudah cukup bagus," kata Sarmuji di Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026. 


Menurutnya, industri pengolahan Indonesia telah menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja. Namun, perkembangan teknologi mendorong industri yang sebelumnya mengandalkan banyak pekerja mulai beralih ke proses produksi berbasis teknologi.

"Yang dulu sangat padat karya, sekarang sudah memasukkan teknologi yang sangat mungkin untuk penyerapan tenaga kerjanya menjadi lebih rendah dibandingkan sebelumnya," kata Sarmuji.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia yang memiliki jumlah penduduk usia produktif besar. 

Pertumbuhan industri yang semakin cepat belum tentu diikuti peningkatan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah yang sama seperti sebelumnya.

Sebagai salah satu solusi, Sarmuji mendorong pengiriman tenaga kerja Indonesia yang terampil ke luar negeri. Menurutnya, sejumlah negara menghadapi stagnasi hingga penurunan jumlah penduduk sehingga membutuhkan tambahan tenaga kerja.

"Salah satu solusinya adalah kita bisa mengirimkan tenaga kerja kita yang terampil untuk mengisi pos-pos yang sebenarnya dibutuhkan bagi negara lain," kata Sarmuji.

Ia mencontohkan Jepang, Korea Selatan, Qatar, hingga Singapura sebagai negara yang menghadapi tantangan demografi. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia untuk mengisi kebutuhan pekerjaan di negara-negara tersebut.

"Kita punya bonus demografi, punya tenaga kerja produktif yang banyak yang kalau dilatih bisa mengisi lapangan kerja yang ada di luar negeri yang kebetulan banyak negara-negara maju ternyata pertumbuhan penduduknya stagnan bahkan mengalami penurunan," tutup Sarmuji.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya