Berita

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Pemerintahan

Kontribusi Tembus Rp1.524 Triliun, Gubernur BI Minta BPS Terbitkan PDB Syariah

KAMIS, 15 OKTOBER 2026 | 11:36 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti meminta Badan Pusat Statistik (BPS) segera menerbitkan laporan Produk Domestik Bruto (PDB) khusus syariah untuk memastikan besaran kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional.

Permintaan tersebut muncul setelah kontribusi ekonomi syariah terhadap PDB nasional pada kuartal IV/2025 dilaporkan mencapai 24,8 persen atau senilai Rp1.524 triliun. 

Angka tersebut dinilai perlu dirilis BPS sebagai lembaga yang berwenang menerbitkan statistik perekonomian nasional.


“BPS harus segera menerbitkan PDB syariah, karena tadi juga ada (laporan) bahwa peran ekonomi syariah 24,9 persen dari PDB. Nah ini kan kita perlu konfirmasi, karena di Indonesia lembaga yang mengeluarkan data itu BPS,” kata Destry dalam agenda Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 di Jakarta, dikutip Kamis, 15 Oktober 2026.

Menurut Destry, ketersediaan data PDB syariah yang terukur dan terkonfirmasi akan membantu pemerintah dan pemangku kepentingan menyusun arah pengembangan ekonomi syariah secara lebih terfokus, termasuk memperkuat rantai nilai halal atau halal value chain.

BI, kata dia, siap berkolaborasi dengan BPS dan lembaga terkait untuk merealisasikan penerbitan laporan tersebut.

“Kita bikin bersama-sama BPS sebagai lead-nya, dari kami (BI) kami siap untuk men-support dan tentu juga dengan lembaga-lembaga lain yang terkait. Jadi agar juga pengembangan syariah ini juga bisa lebih terfokus dan sehingga halal value chain kita juga bisa terbentuk,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Koordinator Ekonomi Drajad Wibowo juga mengatakan industri halal saat ini sudah menjadi motor dari perekonomian nasional. Hal tersebut dibuktikan dengan andil kontribusi rantai halal yang mengambil porsi 24,8 persen dari keseluruhan nilai PDB nasional.

“Industri halal sudah menjadi motor dari perekonomian. Rantai nilai halal menyumbang hampir 25 peraen dari PDB atau sekitar Rp1.524 triliun pada Q4 2025,” kata Drajad dalam kesempatan yang sama.

Kinerja tersebut, didukung oleh ekspor produk halal yang tumbuh 23 persen di tahun 2025 dengan nilai mencapai 63,4 miliar Dolar AS.

Selain itu, ekosistem sektor halal juga dinilai semakin kokoh dengan terdatanya 4,4 juta sertifikat halal yang mencakup 14,6 juta produk, diikuti 39 negara mitra Indonesia yang melakukan mutual recognition, pengakuan sertifikasi, serta 4 kawasan industri halal di tanah air.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya