Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Emas dan Logam Mulia Tertekan Inflasi Amerika yang Tinggi

KAMIS, 15 OKTOBER 2026 | 07:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar logam dunia kembali mengalami tekanan lanjutan. Harga emas anjlok hampir dua persen dan mencatat penurunan dalam tiga sesi berturut-turut setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) dirilis lebih tinggi dari perkiraan pasar.

Berdasarkan laporan Reuters, emas spot melemah 1,8 persen ke level Dolar AS 4.083,94 per ons pada Kamis dini hari 15 Oktober 2026, yang merupakan posisi terendah sejak 7 Oktober. 

Penurunan serupa juga terjadi pada kontrak berjangka emas pengiriman Desember yang melorot 1,7 persen menjadi Dolar AS 4.107,90 per ons.


Kenaikan inflasi ini dipicu oleh data Indeks Harga Konsumen (CPI) yang naik 0,6 persen pada September, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang berada di level 0,4 persen. Kondisi tersebut memperkuat spekulasi bahwa bank sentral AS (The Federal Reserve) akan kembali menaikkan suku bunga pada bulan ini, di mana peluang kenaikannya di pasar melonjak hingga 42 persen berdasarkan FedWatch Tool CME Group.

Kenaikan suku bunga membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi kurang kompetitif. Di sisi lain, Indeks Dolar AS (DXY) menguat 0,5 persen serta imbal hasil obligasi US Treasury bertenor 10 tahun ikut melompat, sehingga semakin memperberat langkah logam mulia.

Selain emas, tekanan jual juga menghantam logam mulia lainnya. Perak spot merosot 6,6 persen menjadi 55,53 Dolar AS per ons. Platinum anjlok 3,5 persen ke posisi 1.605,37 Dolar AS per ons, dan Paladium melemah 2,8 persen menjadi 1.094,50 Dolar AS per ons.

Meskipun menghadapi tekanan berat dalam jangka pendek, prospek jangka panjang emas dinilai masih cukup solid. Analis Julius Baer, Carsten Menke, menyatakan bahwa permintaan dari pembelian bank sentral yang kuat serta kekhawatiran terhadap utang pemerintah AS yang terus bertambah masih akan menjadi faktor fundamental yang menopang pergerakan emas ke depan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya