Pemimpin-pemimpin Vatikan Paus Leo XIV didiagnosis menderita kanker paru-paru setelah menjalani operasi pengangkatan jaringan kanker di Rumah Sakit Gemelli, Roma, Italia, Selasa, 13 Oktober 2026.
Dalam operasi tersebut, dokter mengangkat lobus bawah paru-paru kanan pemimpin Gereja Katolik berusia 71 tahun itu.
Diagnosis kanker kemudian dikonfirmasi melalui pemeriksaan jaringan paru-paru setelah operasi.
Dalam keterangan resmi yang dirilis Vatikan, hasil pemeriksaan menguatkan tes sebelumnya yang menunjukkan Paus Leo XIV menderita lung adenocarcinoma atau adenokarsinoma paru-paru, salah satu jenis kanker paru-paru.
Menurut Lung Cancer Foundation of America, adenokarsinoma merupakan jenis kanker paru-paru paling umum di Amerika Serikat, dengan proporsi sekitar 40 persen dari seluruh kasus kanker paru-paru.
Meski demikian, dokter menyatakan operasi Paus Leo berjalan sukses dan berlangsung sekitar 90 menit.
Setelah menjalani operasi, Paus Leo terbangun secara normal dan menjalani observasi singkat sebelum kembali ke kamarnya di lantai 10 rumah sakit.
"Operasi berjalan sukses dan tidak ada komplikasi. Setelah operasi, Paus terbangun dalam keadaan normal dan kembali ke kamarnya setelah masa observasi singkat," kata Vatikan.
Hingga kini, Vatikan belum mengumumkan apakah Paus akan menjalani perawatan lanjutan setelah prosedur tersebut.
Di tengah kondisi kesehatannya, Paus Leo dikenal tetap aktif secara fisik. Ia rutin berolahraga setiap pekan, termasuk bermain tenis bersama sekretaris pribadinya dan berkuda di Castel Gandolfo, tempat peristirahatan kepausan.
Paus Leo juga tidak diketahui memiliki kebiasaan merokok, meskipun terdapat riwayat kanker dalam keluarganya.
Vatikan pada Selasa, 13 Oktober 2026 turut mengumumkan bahwa kakak laki-laki Paus Leo, Louis, yang tinggal di Florida, Amerika Serikat, sedang dirawat di rumah sakit akibat kanker.
Sementara itu, ibu mereka, Mildred, meninggal dunia akibat kanker pada 1990 dalam usia 77 tahun.
Untuk sementara, Vatikan telah mengosongkan sebagian besar agenda publik Paus Leo XIV hingga setidaknya 20 Oktober 2026.
Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai jadwal pemulihan maupun rencana pengobatan berikutnya bagi pemimpin Gereja Katolik tersebut.