Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Kremlin)

Global

Putin Siap Hentikan Serangan saat Pilpres Ukraina Digelar

RABU, 14 OKTOBER 2026 | 09:25 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesediaannya menghentikan serangan terhadap Ukraina pada hari pemungutan suara jika Kyiv benar-benar ingin menyelenggarakan pemilihan presiden (pilpres).

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyampaikan hal tersebut dalam sebuah konferensi pers, dikutip dari MNA, Rabu, 14 Oktober 2026.

Pernyataan Peskov muncul sehari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan Kyiv siap menggelar pemilu jika Rusia menyetujui gencatan senjata selama 60 hari.


Namun, Peskov meragukan alasan Ukraina mengajukan gencatan senjata selama dua bulan. 

Dia menuding Kyiv membutuhkan jeda tersebut bukan untuk mempersiapkan pemilihan, melainkan untuk memulihkan kekuatan militernya dan melanjutkan pertempuran.

“Pada kenyataannya, Kyiv tidak memiliki keinginan untuk mengadakan pemilu; itu sudah sangat jelas,” kata Peskov.

Di sisi lain, Peskov menegaskan bahwa Moskow menginginkan perdamaian jangka panjang, bukan sekadar penghentian pertempuran sementara. 

Dia menyebut Presiden Putin dan para pejabat Rusia telah berulang kali menegaskan komitmen untuk mencapai penyelesaian konflik yang berkelanjutan.

“Kremlin dan Presiden Putin, serta para pejabat di tingkat lain telah berulang kali menyatakan: kami tidak menginginkan gencatan senjata; kami menginginkan perdamaian jangka panjang, dan kami siap melakukan segala upaya untuk mencapainya,” ujar Peskov.

Terkait gencatan senjata di sektor energi antara Rusia dan Ukraina yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu, 11 Oktober 2026, Peskov mengatakan komunikasi mengenai hal tersebut masih berlangsung. 

“Saya baru saja berbicara tentang topik ini. Begitu kami memiliki sesuatu untuk disampaikan, kami akan segera memberitahukannya,” kata dia. 

Peskov juga menuding negara-negara Eropa menghambat upaya penyelesaian damai konflik Rusia-Ukraina. Ia membandingkan pendekatan Eropa dengan upaya AS yang dinilainya lebih menjanjikan. 

“Jelas sekali bahwa orang Eropa bukanlah bagian dari partai perdamaian yang berupaya mencapai penyelesaian damai di Ukraina. Eropa lebih tepat disebut sebagai partai perang," ungkap Peskov.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya