Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: tangkapan layar)

Politik

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

SELASA, 13 OKTOBER 2026 | 13:43 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Langkah Presiden Prabowo Subianto merombak menteri yang terafiliasi dengan kekuatan lama yakni mantan Presiden Joko Widodo atau kelompok politik Solo dinilai tepat sebagai bagian dari konsolidasi kekuasaan menuju arah politik ke depan.

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai, perombakan kabinet atau reshuffle tidak semata-mata didasarkan pada evaluasi kinerja menteri, hubungan personal, maupun power sharing. Lebih dari itu, reshuffle juga berkaitan dengan arah dan peta kekuatan politik yang ingin dibangun Prabowo.

“Reshuffke bukan hanya like or dislike atau berbasis power sharing, tetapi reshuffle berbasis intensitas arah ke peta politik di masa depan,” kata Pangi di Kanal Youtube Bambang Widjojanto, Selasa, 13 Oktober 2026.


Menurutnya, selama dua tahun pemerintahan berjalan, Prabowo telah memberikan kesempatan kepada para pembantunya untuk menunjukkan kapasitas dan loyalitas politik masing-masing.

Kesempatan menduduki jabatan strategis di pemerintahan, kata Pangi, sekaligus menjadi ruang bagi Prabowo untuk mengamati perilaku politik para menteri, termasuk mereka yang diduga diam-diam membangun kekuatan sendiri.

“Dia menaruh orang di situ kelihatan aslinya mana yang diam-diam membangun kekuatan politik, dia pasti cermati. Dia tahu ketika dikasih panggung dia ngapain,” ujarnya.

Pangi menilai, dua tahun merupakan waktu yang cukup bagi Prabowo untuk membaca dinamika dan kecenderungan politik orang-orang yang berada di lingkaran pemerintahannya.

Ia mengaku sejak awal telah mengingatkan Prabowo agar tidak terus memberikan ruang kepada kelompok politik Solo yang dikaitkan dengan pemerintahan sebelumnya.

“Dari awal saya sudah ingatkan, berhentilah mengasuh geng Solo karena sangat berbahaya,” tegasnya.

Menurut Pangi, Prabowo semestinya sejak awal membatasi peluang bagi kelompok yang berasal dari kekuasaan sebelumnya untuk melakukan konsolidasi politik di dalam pemerintahan.

Ia menyebut langkah tersebut sebagai prosedur menggergaji, yakni mencegah sisa-sisa kekuatan politik lama memanfaatkan posisi di pemerintahan untuk membangun kekuatan baru yang berpotensi mengancam konsolidasi politik Prabowo.

“Saya menyarankan juga dari jauh hari mestinya prosedur menggergaji, artinya jangan memberi kesempatan sisa kekuasaan lama untuk melakukan konsolidasi politik untuk membangun kekuatan baru karena itu membahayakan kekuatan ini,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya