Berita

Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk PBB Duta Besar Umar Hadi dalam Pertemuan Pleno ke-18 Majelis Umum PBB di New York, Senin, 12 Oktober 2026. (Foto: Dok. Pribadi)

Global

Dubes Umar Hadi: Semangat Bandung Harus jadi Aksi Nyata di Afrika

SELASA, 13 OKTOBER 2026 | 03:19 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Indonesia menegaskan komitmen mendukung pembangunan Afrika melalui penguatan kemandirian ekonomi, investasi sumber daya manusia, dan kerja sama konkret antarnegara.

Komitmen itu disampaikan Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk PBB Duta Besar Umar Hadi dalam Pertemuan Pleno ke-18 Majelis Umum PBB membahas transformasi Kemitraan Baru untuk Pembangunan Afrika (NEPAD) menuju Agenda 2063 di Markas Besar PBB, New York, Senin, 12 Oktober 2026.

Umar menekankan, semangat Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 atau Semangat Bandung tetap relevan untuk memastikan negara-negara berkembang tidak terpinggirkan dalam percaturan global.


Menurutnya, kemerdekaan dan kedaulatan yang telah diraih negara-negara Asia dan Afrika harus diikuti penguatan institusi serta kemandirian ekonomi. Indonesia juga mengapresiasi perkembangan ekonomi Afrika yang tumbuh sekitar 4,4 persen pada 2025. Sebanyak 22 negara di benua tersebut bahkan mencatat pertumbuhan di atas 5 persen.

Meski demikian, Afrika masih menghadapi tantangan struktural, mulai dari tingginya biaya pinjaman luar negeri, terbatasnya akses pembiayaan terjangkau, hingga belum optimalnya nilai tambah dari pengelolaan sumber daya alam.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Umar menyampaikan tiga gagasan strategis. Pertama, negara-negara Afrika harus mampu mengelola kekayaan alamnya sendiri dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Indonesia menerapkan strategi tersebut melalui hilirisasi industri untuk mendorong penciptaan lapangan kerja, memperkuat sektor industri, dan meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.

Kedua, investasi jangka panjang pada sumber daya manusia harus menjadi prioritas, terutama melalui pendidikan, kesehatan, nutrisi, dan pengembangan keterampilan.

Komitmen itu turut diwujudkan melalui kerja sama dengan negara-negara Afrika, antara lain penyediaan beasiswa dan pelatihan teknis. Pada Juli 2026, Indonesia mengoperasikan kembali pusat pelatihan pertanian di Tanzania dan Gambia.

Ketiga, semangat Bandung harus diterjemahkan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat langsung. Kerja sama Indonesia-Afrika dalam satu dekade terakhir tercermin dari berbagai kesepakatan bisnis dan program peningkatan kapasitas.

Forum Indonesia-Afrika (IAF) pertama pada 2018 menghasilkan kesepakatan bisnis hampir 600 juta Dolar AS. Pada IAF kedua tahun 2024, sebanyak 32 perjanjian kerja sama strategis ditandatangani dengan nilai lebih dari 3,5 miliar Dolar AS.

Sementara itu, Dialog Infrastruktur Indonesia-Afrika pada 2019 mencatat komitmen kesepakatan lebih dari 800 juta Dolar AS. Dalam kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular, sekitar 500 peserta dari Afrika juga mengikuti lebih dari 60 proyek pelatihan.

Kolaborasi tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pengembangan vaksin hingga teknologi pertanian dan peternakan.

Ke depan, Indonesia mendorong penguatan sinergi ASEAN dan Afrika, termasuk melalui pemanfaatan peluang Kawasan Perdagangan Bebas Kontinental Afrika (AfCFTA), untuk memperluas perdagangan dan investasi kedua kawasan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya