Berita

Raja Maroko Mohammed VI (Foto: Istimewa)

Global

Raja Maroko Desak Pembaruan Kerja Sama Migrasi dengan Spanyol

SENIN, 12 OKTOBER 2026 | 12:57 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Raja Maroko Mohammed VI mendesak pembaruan pola kerja sama penanganan migrasi dengan Spanyol yang dinilainya sudah tidak lagi sesuai dengan tantangan saat ini. 

Menurutnya, berbagai krisis yang terus berulang menjadi bukti bahwa model kerja sama yang berlaku perlu diarahkan pada pendekatan baru.

Dikatakan bahwa pendekatan Maroko dalam menangani persoalan migrasi telah membuahkan hasil nyata. 


Namun, Raja mengingatkan perlunya mengevaluasi mekanisme kerja sama yang selama ini dijalankan.

"Kita harus mengakui, dengan segala keberanian dan objektivitas, bahwa model kerja sama saat ini di bidang ini sudah ketinggalan zaman. Krisis yang berulang merupakan bukti nyata akan hal ini,” demikian pernyataan Raja Mohammed VI dalam pidatonya di pembukaan masa sidang pertama tahun legislatif pertama periode ke-12 Parlemen Maroko di Rabat, dikutip Senin, 12 Oktober 2026.

Secara khusus, ia menyoroti kerja sama dengan negara tetangganya, Spanyol, yang telah mengalami perkembangan signifikan di berbagai sektor, termasuk dalam upaya memerangi migrasi ilegal. 

Meski demikian, kemitraan kedua negara tersebut dinilai masih menghadapi sejumlah kendala serius.

Raja Mohammed VI menyebut ketentuan hukum yang dianggap sudah usang serta putusan pengadilan yang dinilainya tidak realistis telah menghambat pemulangan anak di bawah umur dan orang-orang yang disebutnya sebagai pencari suaka palsu. 

Menurutnya, situasi tersebut juga berpotensi memperbesar ruang gerak jaringan kriminal yang mengambil keuntungan dari persoalan migrasi.

Menanggapi pernyataan yang dinilainya tidak bertanggung jawab serta eksploitasi isu migrasi oleh sejumlah kalangan politik dan media, Raja menegaskan bahwa hubungan kemitraan dengan Spanyol merupakan pilihan berdaulat Maroko dan komitmen yang dijalankan secara sukarela.

“Kemitraan ini adalah pilihan kedaulatan dan komitmen sukarela. Kemitraan ini tidak akan pernah tunduk pada tekanan, ancaman, atau pemerasan apa pun,” tegasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya