Berita

Raja Maroko Mohammed VI (Foto: Istimewa)

Global

Raja Maroko Bidik AI dan Ekonomi Digital sebagai Mesin Pertumbuhan Baru

MINGGU, 11 OKTOBER 2026 | 14:31 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Raja Maroko Mohammed VI mendorong pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan ekonomi digital sebagai bagian dari strategi baru untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. 

Langkah tersebut menjadi salah satu prioritas pembangunan Maroko di tengah perubahan geoekonomi global yang berlangsung semakin cepat.

Dalam pidato pembukaan sidang pertama tahun legislasi ke-12 di hadapan parlemen di Rabat, Raja  Maroko menekankan pentingnya mempercepat proyek infrastruktur yang telah direncanakan sekaligus meluncurkan strategi baru di sejumlah sektor strategis, termasuk air, energi, ketahanan pangan, industrialisasi, dan AI.


““Saat ini, selain mempercepat pelaksanaan proyek infrastruktur yang telah direncanakan, kita harus meluncurkan generasi baru strategi utama, khususnya di bidang air, energi, dan keamanan pangan, lepas landas industri, ekonomi digital, dan kecerdasan buatan,” ujar Mohammed VI, dikutip Minggu, 11 Oktober 2026.

Raja menilai perubahan geoekonomi dunia menuntut Maroko memperkuat kapasitas nasional melalui reformasi dan proyek strategis. 

Pengembangan AI dan ekonomi digital diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing negara sekaligus memperkuat posisinya sebagai kekuatan ekonomi yang terus berkembang.

Selain mendorong transformasi digital, Raja Maroko juga meminta sektor swasta mengambil peran lebih besar dalam agenda pembangunan nasional. 

Pelaku usaha diharapkan meningkatkan inovasi, memperluas investasi, memperkuat ekspor, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

"Saya ingin agar sektor ini menunjukkan inisiatif yang lebih besar dan semangat inovatif yang lebih tajam, serta meningkatkan kapasitasnya untuk menciptakan lapangan kerja, berinvestasi, dan mengekspor,” tegasnya.

Di sisi lain, Raja Maroko menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pemerataan sosial dan kewilayahan. 

Dia juga meminta agar persoalan generasi muda menjadi prioritas kebijakan publik, terutama melalui pemerataan akses pendidikan, pengembangan keterampilan, dan integrasi ekonomi guna membuka peluang masa depan yang lebih baik.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika, Martin Kembali ke Puncak Klasemen

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:27

Prabowo dan El-Sisi Kecam Keras Pembangunan Permukiman Ilegal Israel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:20

Gus Lilur Minta KPK Usut Dugaan Aliran Dolar di Muktamar NU

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:06

Quiles Juara Moto3 Mandalika, Veda Ega Finis Keenam

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:52

Koperasi Didorong Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:44

Mesir Tambah Beasiswa untuk Mahasiswa Kedokteran, Teknik, dan Sains Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:42

20 Kapolres dan Kapolresta Pulau Jawa Dirombak Jenderal Suyudi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:33

Prabowo Bidik Penguatan Ekonomi RI-Mesir Lewat Perjanjian Dagang dan Dana Investasi Bersama

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:14

Krisman Harefa Gugat MSIG Life Insurance Indonesia Rp1 Miliar ke PN Jaksel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:11

Muzakarah Tauhid Sufi Jadi Momentum Perkuat Persatuan Umat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:01

Selengkapnya