Berita

Gempa Panama (Foto: X)

Global

Panama Umumkan Darurat Nasional Usai Diguncang Dua Gempa Besar

MINGGU, 11 OKTOBER 2026 | 13:31 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Panama menetapkan status darurat nasional pada Sabtu waktu setempat, 10 Oktober 2026, setelah dua gempa bumi berkekuatan 7,7 dan 6,6 magnitudo mengguncang negara tersebut. 

Rentetan lebih dari 100 gempa susulan turut mengguncang berbagai wilayah selama berjam-jam, menyebabkan kerusakan bangunan dan memaksa warga mengungsi.

Meski demikian, hingga kini belum ada laporan korban meninggal dunia akibat gempa tersebut.


Associated Press (AP)
melaporkan, dampak bencana tercatat di seluruh 10 provinsi Panama dan dua wilayah masyarakat adat. Gempa pertama berpusat sekitar 10 kilometer barat daya komunitas terpencil Pitaloza Arriba, Provinsi Herrera, pada kedalaman 10 kilometer. 

Guncangannya juga terasa hingga negara tetangga, Kolombia. Seismolog mencatat sejumlah gempa susulan dengan kekuatan magnitudo 5,8, 5,5, dan 5,2.

Menteri Kepresidenan Panama, Juan Carlos Orillac, mengumumkan status darurat dalam konferensi pers di Panama City. Ia menyebut kerusakan meliputi rumah warga, sekolah, fasilitas kesehatan, jalan, hingga hotel. 

Sementara itu, Wakil Direktur Sistem Perlindungan Sipil Nasional, Malitzie Rivera, mengatakan pihaknya menerima laporan 27 orang mengalami luka-luka, dengan tingkat cedera ringan hingga sedang.

Kerusakan paling parah terkonsentrasi di Provinsi Veraguas, Herrera, Cocle, dan Los Santos. Badan Perlindungan Sipil mencatat sekitar 420 rumah dan jumlah sekolah negeri yang hampir sama mengalami kerusakan. 

Selain itu, tujuh hotel, sedikitnya 13 gereja, dan sembilan jembatan turut terdampak. Di La Villa de Los Santos, sebuah komunitas bersejarah sekitar 64 kilometer dari pusat gempa, sejumlah rumah dan Gereja San Atanasio yang berusia berabad-abad dilaporkan runtuh.

Tony Jiménez, warga berusia 90 tahun yang rumahnya mengalami kerusakan sebagian, mengaku belum pernah merasakan guncangan sedahsyat itu sepanjang hidupnya. 

Dia bersama keluarganya bertahan di bawah tenda setelah menghabiskan malam di jalanan.

“Itu adalah kejadian yang mengerikan. Saya bisa mengatakan dengan penuh keyakinan bahwa selama 90 tahun hidup saya, saya belum pernah mengalami hal seperti ini. Guncangannya sangat kuat, benar-benar sangat kuat," ujarnya.

Di tengah upaya penanganan bencana, sekitar 300 warga di Isla Caña, lepas pantai Pasifik Provinsi Los Santos, dievakuasi akibat kenaikan permukaan laut dan gelombang tinggi. 

Sejumlah komunitas masih terisolasi akibat tanah longsor dan kerusakan jalan.

Di Panama City, salah satu instalasi pengolahan air hanya beroperasi pada 20 persen kapasitasnya, sedangkan fasilitas tenda dengan tempat tidur darurat didirikan di enam rumah sakit. 

Bandara Internasional Tocumen sempat menghentikan operasional setelah gempa pertama, tetapi kembali dibuka beberapa jam kemudian.

Amerika Serikat turut mengerahkan bantuan untuk mendukung penanganan bencana. Departemen Luar Negeri AS menyatakan telah mengirim tim tanggap bencana yang memiliki keahlian pencarian dan penyelamatan serta melakukan penilaian kerusakan melalui udara dan darat.

Washington juga menjanjikan bantuan kemanusiaan senilai 5 juta dolar AS. Sementara itu, Komando Selatan AS menyebut dua helikopter telah mengirimkan sekitar 907 kilogram bahan pangan kepada masyarakat Panama yang terdampak gempa.

Populer

UPDATE

Selengkapnya