Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: White House)

Global

Trump Pertimbangkan Ikut Serang Houthi Usai Bandara Riyadh Diserang

MINGGU, 11 OKTOBER 2026 | 10:20 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka kemungkinan negaranya ikut melancarkan serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman. 

Pertimbangan Trump menyusul serangan rudal Houthi yang kembali diluncurkan ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi pada Sabtu waktu setempat, 10 Oktober 2026.

Serangan tersebut menambah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya setelah koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan operasi militer besar terhadap Houthi sepekan sebelumnya. 


Seorang pejabat regional mengatakan, rudal menghantam kompleks yang menampung Terminal 3 dan 4 untuk penerbangan domestik, menyebabkan sejumlah orang terluka.

Menanggapi serangan terbaru itu, Trump menyatakan pemerintahannya tengah mengevaluasi kemungkinan bergabung dengan operasi militer Arab Saudi untuk menghadapi kelompok Houthi yang didukung Iran. 

Dia menegaskan keputusan akan diambil setelah mempertimbangkan perkembangan terbaru.

“Kami mungkin akan melakukannya. Kami akan mempertimbangkannya. Kami baru saja mengetahui serangan terbaru tersebut. Jadi, kami akan mengambil keputusan. Kami bergerak sangat cepat,” ujarnya, seperti dikutip dari Associated Press (AP), Minggu, 11 Oktober 2026.

Otoritas penerbangan sipil Saudi menghentikan operasional bandara untuk sementara waktu sembari menilai dampak serangan. 

Sejumlah penerbangan dialihkan ke bandara lain, sementara Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Australia, dan Kanada memperingatkan warga negaranya agar menghindari lokasi tersebut. 

Situs pelacakan penerbangan FlightAware mencatat sedikitnya 291 penerbangan di Bandara Riyadh dibatalkan dalam 24 jam terakhir.

Di tengah meningkatnya ancaman, Arab Saudi juga dilaporkan menghadapi penurunan persediaan rudal pencegat. 

Pejabat regional mengatakan kepada AP bulan lalu bahwa Riyadh telah meminta Prancis, Inggris, Pakistan, dan Mesir memberikan dukungan pertahanan udara. 

Sementara itu, bantuan AS dalam operasi terbaru meliputi pertukaran intelijen, identifikasi target, dan perencanaan serangan terhadap Houthi.

Di sisi lain, Arab Saudi dan Oman menegaskan pentingnya penyelesaian diplomatik untuk meredakan ketegangan regional.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya