Berita

Ilustrasi

Global

UNCTAD Proyeksikan Ekonomi Global Melambat, Asia Tetap Jadi Motor Penggerak

SABTU, 10 OKTOBER 2026 | 07:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan mengalami perlambatan pada 2026 di tengah tekanan lonjakan harga energi akibat krisis di Timur Tengah. 

Konferensi PBB untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) memperkirakan ekonomi dunia hanya tumbuh sebesar 2,6 persen, melambat dari realisasi tahun sebelumnya yang berada di level 2,9 persen.

Dalam laporan terbaru yang dirilis Jumat, 9 Oktober 2026, UNCTAD menyoroti bagaimana kenaikan biaya energi kembali menguji ketahanan ekonomi global, memicu risiko inflasi, serta menekan daya beli masyarakat lintas negara.



Perdagangan Global dan Fragmentasi AS-China

Kendati pertumbuhan ekonomi melambat, volume perdagangan barang dan jasa global secara riil diperkirakan meningkat 4 persen pada 2026. Proyeksi ini mengekor pencapaian rekor nilai perdagangan dunia yang menyentuh 35 triliun Dolar AS pada 2025.

 UNCTAD mengingatkan bahwa kenaikan nilai tersebut sebagian besar didorong oleh inflasi harga energi, bukan murni peningkatan volume aktivitas riil.

Di sisi lain, peta perdagangan global kian terfragmentasi akibat memanasnya tensi dagang antara Amerika Serikat dan China. Sejak 2024, volume perdagangan langsung antara kedua kekuatan ekonomi tersebut telah merosot lebih dari 20 persen, sementara negara-negara Asia Timur mengalihkan fokus dengan memperluas diversifikasi dagang baik ke AS maupun China. 

Pembatasan ekspor dan pengetatan rantai pasok juga kian menyulitkan pelaku usaha baru menembus sektor strategis.


Asia Dominasi Pertumbuhan, Diwarnai Euforia AI

Di tengah kelesuan global, kawasan Asia tetap berdiri sebagai lokomotif utama ekonomi dunia dengan estimasi kontribusi hingga 59 persen terhadap pertumbuhan global pada 2026.

Berdasarkan sorotan UNCTAD, India memimpin dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 7,3 persen, disusul Indonesia di level 5,2 persen, dan China sebesar 4,5 persen.

Namun, lembaga PBB tersebut turut memberikan catatan khusus terkait demam kecerdasan buatan (AI). Walau semikonduktor dan produk berbasis AI menjadi motor utama perdagangan global, manfaatnya dinilai belum tentu merata. UNCTAD bahkan memperingatkan risiko sistemik apabila valuasi saham korporasi raksasa AI mengalami koreksi tajam, yang berpotensi mengguncang stabilitas pasar keuangan global secara luas.


Variasi Proyeksi Lembaga Internasional

Ketidakpastian arah ekonomi global juga tercermin dari perbedaan proyeksi antar-lembaga keuangan dunia. Bank Dunia sebelumnya memangkas proyeksi pertumbuhan global ke level 2,5 persen (bahkan berisiko anjlok hingga 1,3 persen dalam skenario terburuk perang Timur Tengah). 

Sebaliknya, Dana Moneter Internasional (IMF) masih mematok angka 3 persen untuk 2026, meski tetap mewaspadai ancaman perang, fragmentasi, dan gelembung pasar AI.

Secara keseluruhan, arah ekonomi global sepanjang 2026 akan sangat bergantung pada dinamika harga energi, penyelesaian konflik geopolitik, serta konsistensi pemulihan investasi teknologi.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya