Berita

Bendera dan senjata milik anggota OPM yang disita TNI. (Foto: Puspen TNI)

Pertahanan

Tiga Anggota OPM Tewas Usai Baku Tembak dengan TNI di Maybrat

SABTU, 10 OKTOBER 2026 | 05:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Tiga Anggota OPM Tewas Usai Baku Tembak dengan TNI di Maybrat
 
RMOL. Satgas Yonif 9 Marinir terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya di kawasan Sungai Frambu, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat, 9 Oktober 2026.
 
Tiga anggota kelompok bersenjata OPM terkena tembakan dan meninggal dunia. Satu jenazah diduga Manfred Fatem, Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya, sedangkan dua lainnya, diduga Anton Fatem dan Yesias Fatem, terbawa arus sungai dan masih dalam pencarian. Satgas mengamankan satu pucuk AK-101, sementara satu pucuk Caracal juga dilaporkan terbawa arus.


 Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menegaskan bahwa operasi dilaksanakan secara profesional, terukur, dan sesuai hukum dengan mengutamakan keselamatan masyarakat. 

“Setiap ancaman bersenjata yang membahayakan keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas dan profesional. Namun tujuan utama kami adalah menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat hidup tenang, pelayanan publik berjalan, dan kehidupan sosial kembali tumbuh,” tegas Pangkoops dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2026.

 Terpisah, Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas menegaskan komitmen TNI dalam melindungi keselamatan masyarakat, sekaligus mengajak anggota OPM untuk meninggalkan jalan kekerasan dan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

“Kami mengajak anggota OPM untuk meletakkan senjata, kembali ke pangkuan NKRI, dan bersama-sama membangun Papua yang aman dan damai demi masa depan masyarakat yang lebih baik,” tandasnya.
Satgas Yonif 9 Marinir terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya di kawasan Sungai Frambu, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat, 9 Oktober 2026.
 
Tiga anggota kelompok bersenjata OPM terkena tembakan dan meninggal dunia. Satu jenazah diduga Manfred Fatem, Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya, sedangkan dua lainnya, diduga Anton Fatem dan Yesias Fatem, terbawa arus sungai dan masih dalam pencarian. Satgas mengamankan satu pucuk AK-101, sementara satu pucuk Caracal juga dilaporkan terbawa arus.

Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menegaskan bahwa operasi dilaksanakan secara profesional, terukur, dan sesuai hukum dengan mengutamakan keselamatan masyarakat. 

“Setiap ancaman bersenjata yang membahayakan keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas dan profesional. Namun tujuan utama kami adalah menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat hidup tenang, pelayanan publik berjalan, dan kehidupan sosial kembali tumbuh,” tegas Pangkoops dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Terpisah, Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas menegaskan komitmen TNI dalam melindungi keselamatan masyarakat, sekaligus mengajak anggota OPM untuk meninggalkan jalan kekerasan dan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

“Kami mengajak anggota OPM untuk meletakkan senjata, kembali ke pangkuan NKRI, dan bersama-sama membangun Papua yang aman dan damai demi masa depan masyarakat yang lebih baik,” tandasnya.
 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya