Berita

Petisioner Komite 4 PBB, Dr. Abdul Basit Syed. (Foto: RMOL)

Global

Dr Syed Dukung Visi Raja Mohammed VI Bangun Sahara yang Stabil dan Makmur

JUMAT, 09 OKTOBER 2026 | 17:35 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pakar kebijakan internasional sekaligus pemohon (petisioner) Komite 4 PBB, Dr. Abdul Basit Syed mendesak komunitas internasional untuk memperbarui fokus pada perdamaian, keamanan regional, dan solusi politik damai dalam penanganan isu Sahara.

Seruan tersebut disampaikan Dr. Syed di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, di tengah rangkaian sidang Komite 4 yang membahas dekolonisasi dan stabilitas global, Rabu, 7 Oktober 2026.

Dalam pidatonya di hadapan para delegasi negara anggota, Pendiri dan Ketua World Humanitarian Drive (WHD) ini menekankan pentingnya mengakhiri konflik yang telah berlarut-larut. Ia mengajak dunia berpaling dari bayang-bayang masa lalu menuju masa depan yang ditopang stabilitas, pertumbuhan ekonomi, serta martabat bagi masyarakat Sahrawi.


"Komunitas global harus mengakui keterkaitan erat antara stabilitas regional, keterlibatan politik yang damai, serta pembangunan berkelanjutan yang inklusif," tegas Ketua Cabang Inggris International Association for Economic Development for Peace (IAED) tersebut.

Dr. Syed menyuarakan dukungan penuh terhadap visi Raja Mohammed VI dari Maroko beserta berbagai langkah konkret Kerajaan Maroko dalam mengupayakan kawasan Sahara yang aman, stabil, dan sejahtera.

Ia memperingatkan adanya ancaman nyata bagi keamanan regional apabila masalah ini dibiarkan berlarut, termasuk potensi timbulnya aksi terorisme dan pergerakan kelompok separatis di wilayah yang tergolong rentan tersebut.

Keterlibatan aktif Dr. Syed di forum PBB menegaskan rekam jejaknya dalam diplomasi multilateral dan perhatian khusus terhadap dinamika Afrika Utara. Gagasan yang ia sampaikan diharapkan mampu memperkaya diskursus global untuk menjadikan diplomasi damai dan kesejahteraan manusia sebagai poros utama penyelesaian konflik.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya