Berita

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB, H. Rivqy Abdul Halim atau Gus Rivqy. (Foto: Dok PKB)

Politik

Gus Rivqy:

Pergantian Dirut Garuda Indonesia Momentum Pembenahan Perusahaan

JUMAT, 09 OKTOBER 2026 | 15:35 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pergantian Direktur Utama PT Garuda Indonesia harus menjadi momentum pembenahan manajemen secara menyeluruh. Pergantian terjadi di tengah upaya maskapai nasional itu melanjutkan pemulihan kinerja keuangan dan operasional.

Thomas Sugiarto Oentoro ditetapkan sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia menggantikan Glenny H. Kairupan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB, H. Rivqy Abdul Halim atau Gus Rivqy mengatakan, pekerjaan rumah manajemen baru masih cukup besar. Garuda Indonesia masih mencatatkan kerugian sebesar 113 juta dolar AS atau setara Rp2,03 triliun pada semester I 2026. 


Di sisi lain, beban bahan bakar penerbangan atau avtur melonjak 43.6% secara tahunan menjadi 677,6 juta dolar AS. Porsi biaya avtur terhadap pendapatan juga meningkat dari 30,5% menjadi 37,7%.

Padahal Garuda saat ini mengoperasikan 104 unit armada pesawat dengan total aset mencapai 7,37 milliar dolar AS. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut manajemen baru untuk mengoptimalkan aset, memperkuat efisiensi, dan memastikan setiap keputusan bisnis berdampak terhadap perbaikan kinerja perusahaan.

“Pergantian Dirut harus diikuti pembenahan manajemen secara nyata. Garuda membutuhkan tata kelola yang profesional, efisiensi yang terukur, dan pelayanan yang semakin baik. Jangan sampai pergantian pimpinan hanya menjadi perubahan struktural tanpa dampak terhadap kinerja perusahaan”. ujar Gus Rivqy, Jumat, 9 Oktober 2026.

Selain kinerja keuangan, Gus Rivqy kembali menyoroti kebijakan bagasi Garuda Indonesia yang dinilai berpotensi membebani penumpang. Dari sejumlah keluhan masyarakat, memperlihatkan penumpang harus menggabungkan dua hingga tiga koli menjadi satu agar sesuai dengan ketentuan bagasi.

“Saya kembali menyuarakan bahwa Garuda harus meninju ulang kebijakan terkait bagasi. saya melihat kebijakan ini memaksa penumpang mengemas dua sampai tiga koli menjadi satu. Tentu ini sangat membebani penumpang, dan tentu menurut saya ini yang disebut “bersatu kita teguh, bercerai bayar bagasi tambahan”. 

Ini menjadi bahan evaluasi bahwa kebijakan komersial harus mempertimbangkan kenyamanan dan kepentingan konsumen”. tegas Gus Rivqy.

Ia juga menegaskan, upaya menekan biaya operasional tidak seharusnya hanya berorientasi pada kebijakan yang menambah beban konsumen. Manajemen baru perlu mengevaluasi kebijakan ini secara transparan serta mencari solusi yang tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan kualitas pelayanan.

Gus Rivqy berharap direksi baru mampu menetapkan target kinerja yang jelas, melakukan evaluasi secara berkala, dan membangun kembali kepercayaan publik terhadap Garuda Indonesia. Garuda harus semakin sehat secara bisnis, efisien dalam operasional, dan tetap memberikan pelayanan yang layak kepada masyarakat.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya