Berita

Representative Image (Foto: Bernama)

Global

Kabut Asap Memburuk, Malaysia Tutup Sekolah di Kuala Lumpur

JUMAT, 09 OKTOBER 2026 | 14:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Malaysia menutup sejumlah sekolah di Kuala Lumpur dan beberapa wilayah lainnya pada Jumat, 9 Oktober 2026, menyusul kabut asap dari kebakaran di Indonesia yang memperburuk kualitas udara hingga mencapai level tidak sehat.

Menteri Pendidikan Malaysia, Fadhlina Sidek, mengatakan telah menginstruksikan seluruh departemen pendidikan negara bagian dan kantor pendidikan distrik untuk terus memantau perkembangan kabut asap. 

Langkah segera juga harus diambil apabila kondisi kualitas udara mengharuskan penutupan sekolah.


“Saya telah menginstruksikan seluruh departemen pendidikan negara bagian dan kantor pendidikan distrik untuk terus memantau situasi kabut asap dan mengambil tindakan segera jika kondisi mengharuskannya,” kata Fadhlina dalam pernyataannya, dikutip dari AFP.

Dia mengakui, keputusan menutup sekolah berdampak terhadap aktivitas sehari-hari para orang tua. 

Dia pun berjanji pemerintah akan memperbaiki mekanisme pemberitahuan agar keputusan serupa dapat disampaikan lebih awal, sehingga orang tua memiliki waktu memadai untuk mempersiapkan kebutuhan keluarga.

“Saya juga memahami bahwa setiap keputusan untuk menutup sekolah akan memengaruhi aktivitas sehari-hari para orang tua,” ujarnya. 

Kementerian Pendidikan Malaysia mencatat sekolah yang ditutup, baik secara penuh maupun sebagian, tersebar di lima negara bagian dan dua wilayah federal.

Kualitas udara di Kuala Lumpur dilaporkan terus berada pada kategori tidak sehat sepanjang pekan ini. 

Raja Malaysia Sultan Ibrahim turut menyoroti kondisi tersebut pada Kamis, 8 Oktober 2026, dengan menyatakan sekolah seharusnya ditutup ketika indeks polusi udara atau Air Pollutant Index (API) mencapai 150 atau lebih.

Pada Jumat, indeks polusi udara di Kuala Lumpur berada di kisaran 170 API. Berdasarkan pedoman Malaysia, angka di atas 200 dikategorikan sangat tidak sehat, di atas 300 masuk kategori berbahaya, sedangkan angka di atas 500 menjadi ambang untuk menetapkan keadaan darurat setempat.

Pemantau kualitas udara IQAir yang berbasis di Swiss menempatkan Kuala Lumpur sebagai kota dengan polusi udara tertinggi kedua di dunia pada Jumat, setelah Singapura.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya