Berita

peringatan Hari Kretek Nasional 2026 yang berlangsung 30 September hingga 3 Oktober 2026. (Foto: istimewa)

Bisnis

Komunitas Kretek Bersatu Tolak Regulasi yang Ancam Industri

KAMIS, 08 OKTOBER 2026 | 21:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kretek dinilai bukan sekadar produk industri, tetapi warisan budaya Nusantara yang telah bertahan selama berabad-abad. Karena itu, 15 komunitas kretek dari berbagai daerah mendesak pemerintah membuat kebijakan yang lebih bijak dan melibatkan seluruh pihak yang terdampak.

Desakan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Kretek Nasional 2026 yang berlangsung 30 September hingga 3 Oktober 2026. 

Konsolidasi yang diprakarsai Komunitas Kretek bersama Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) itu melibatkan komunitas dari Temanggung, Magelang, Kudus, Jember, Garut, Situbondo, Wonosobo, Rembang, Pamekasan, Yogyakarta, Sumenep, Nganjuk, dan sejumlah daerah lainnya.


Jurubicara Komunitas Kretek, Khoirul Atfifudin, mengatakan konsolidasi diperlukan untuk memperkuat masyarakat yang menggantungkan hidup dari industri hasil tembakau.

“Ini adalah upaya kami untuk memperkuat konsolidasi gerakan perlawanan terhadap berbagai intervensi yang selama ini terus-menerus mengancam eksistensi kretek di Tanah Air,” ujar Khoirul.

Dalam musyawarah tersebut, 15 komunitas menyampaikan enam tuntutan kepada pemerintah, yakni mencabut PP Nomor 28 Tahun 2024, menghentikan pembahasan aturan pengamanan produk tembakau dan rokok elektronik termasuk kemasan polos, menghentikan kenaikan tarif cukai rokok, menolak pembatasan kadar tar dan nikotin, menolak tarif cukai tunggal, serta menghentikan aturan restriktif yang dinilai mengancam industri kretek.

Jurubicara KNPK Alfianaja Maulana mengatakan berbagai aturan tersebut dikhawatirkan berdampak pada jutaan orang yang bergantung pada industri hasil tembakau, mulai petani tembakau dan cengkeh, buruh linting hingga pedagang kecil.

“Alasan kami menolak keras seluruh regulasi tersebut adalah karena aturan itu secara nyata mengancam jutaan orang yang menggantungkan hidupnya dari Industri Hasil Tembakau, mulai dari petani tembakau dan cengkeh, buruh linting, hingga pedagang eceran di pasar tradisional maupun warung kecil," jelasnya.

"Aturan-aturan ini berpotensi mematikan mata pencaharian rakyat secara perlahan tapi pasti, serta menjadi upaya sistematis memberangus kretek sebagai warisan budaya asli Nusantara,” sambung Alfianaja.

Menurutnya, industri kretek juga menjadi bagian penting dari rantai pasok perkebunan nasional. Industri rokok kretek disebut menyerap hingga 95 persen produksi cengkeh nasional, sementara sekitar 2,5 juta petani tembakau bergantung pada sektor tersebut yang produksinya mencapai lebih dari 230.000 ton per tahun.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya