Berita

Amanda Andono (tengah) melaporkan dugaan pengeroyokan terkait acara Maulid Nabi yang berujung ricuh di wilayah Pondok Pinang, Jakarta Selatan ke Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Kamis, 8 Oktober 2026. (Foto: Istimewa)

Hukum

Warga Jaksel Laporkan Dugaan Pengeroyokan Terkait Kegiatan Maulid di Pondok Pinang

KAMIS, 08 OKTOBER 2026 | 19:24 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Seorang ibu yang juga warga Jakarta Selatan bernama Amanda Andono melaporkan dugaan pengeroyokan terkait acara Maulid Nabi yang berujung ricuh di wilayah Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Laporan telah diterima Polda Metro Jaya dan teregister dengan nomor polisi LP/B/7547/X/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Awalnya, pelapor menceritakan dugaan pengeroyokan bermula saat acara tersebut menyalakan kembang api, lalu membuat anaknya terbangun dari tidur.


Anak dari Amanda sendiri memiliki kebutuhan khusus langsung mengalami kejang.

“Saya datang ke sana (acara maulid) karena berisik, petasan kembang api yang segitu besarnya dan dan itu bukan hanya dari petasan biasa, tapi itu dari mesin. Sehingga anak saya langsung kaget, bangun, kejang, panik, teriak,” tutur dia.

Saat tiba di acara, Amanda meminta aktivitasnya dihentikan, namun dirinya diinterogasi soal status agama dan berasal dari warga mana.

“Ternyata saya di disuruh pulang. Saya ditanya apakah kamu muslim atau bukan, saya ditanya apakah warga sini atau bukan, sedangkan saya jelas-jelas warga sini. Kalau ditarik dari radius rumah saya ke lokasi ya cuma 200, 250 meter. Jadi ya, saya saya menuntut untuk dimatikan karena itu berisik banget,” jelas Amanda.

Dugaan intimidasi tidak berhenti disitu, Amanda mengaku juga mendapatkan perlakuan tidak pantas diludahi hingga didorong dan jatuh ke got.

“Saya dibilang datang nggak kulonuwun (permisi), padahal sebetulnya yang nggak kulo nuwun itu siapa? Saya ditanya macam-macam, saya ditahan, diludahin mukanya, disembur mukanya, disuruh pulang. Dan sehingga pas waktu sudah ditahan, malah-malah saya dibilang provokator, padahal sebetulnya provokator mereka gitu. Karena enggak cuma satu atau dua orang, tapi beberapa orang. Ya udah, akhirnya saya diserang dengan dengan bapak-bapak," bebernya.

Usai peristiwa terjadi, Amanda bersama dengan warga yang lain sempat dilakukan mediasi dengan penyelenggara acara dan tidak diterima sehingga memutuskan membuat laporan.

“Kami juga sudah melakukan mediasi walaupun mediasinya tidak saya terima dengan baik, ya. Tidak memuaskan buat saya. Buat saya dan beberapa korban gitu, karena korbannya nggak cuma saya. Jadi saya dan korban yang lain merasa ini masih belum cukup karena kok cuma diwakili sama RW dan LMK,” terangnya.

Sementara itu, berangkat dari peristiwa Amanda dan anaknya diarahkan untuk melakukan visum di RS Polri Kramat Jati guna memperkuat dugaan penganiayaan yang dilakukan.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya