Berita

Ilustrasi Provinsi Rawan Gerakan Tanah (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

12 Provinsi Rawan Gerakan Tanah, Ini Wilayah yang Masuk Radar Badan Geologi

KAMIS, 08 OKTOBER 2026 | 18:50 WIB | OLEH: TIFANI

12 provinsi rawan gerakan tanah masuk dalam peta prakiraan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk Oktober 2026. Wilayah tersebut memiliki daerah dengan potensi gerakan tanah kategori tinggi sehingga perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dan masyarakat, terutama saat hujan deras atau hujan berlangsung dalam waktu lama.

Badan Geologi juga memetakan ribuan wilayah yang berpotensi mengalami gerakan tanah dengan kategori menengah hingga tinggi. Data tersebut menjadi bagian dari peringatan dini yang dapat digunakan pemerintah daerah sebagai acuan mitigasi dan langkah antisipasi bencana tanah longsor.

Melalui akun Instagram resminya, @badan.geologi, Badan Geologi menyebut terdapat 4.850 kecamatan yang berpotensi mengalami gerakan tanah kategori menengah hingga tinggi. Wilayah tersebut tersebar di 443 kabupaten/kota pada 38 provinsi di Indonesia.


Daftar 12 Provinsi Rawan Gerakan Tanah

Berdasarkan peta prakiraan Badan Geologi, terdapat 12 provinsi yang memiliki wilayah dengan potensi gerakan tanah kategori tinggi. Berikut daftar wilayahnya: Potensi gerakan tanah tersebut tidak berarti seluruh wilayah di 12 provinsi tersebut akan mengalami tanah longsor. Peta yang dikeluarkan Badan Geologi merupakan peta prakiraan potensi, sehingga kondisi di lapangan tetap dipengaruhi sejumlah faktor, terutama intensitas dan durasi hujan.

405 Kecamatan Berpotensi Banjir Bandang

Selain potensi gerakan tanah, Badan Geologi juga memetakan wilayah yang berpotensi mengalami banjir bandang atau aliran bahan rombakan. Pada peta Oktober 2026, terdapat 405 kecamatan di 18 provinsi yang masuk dalam wilayah berpotensi mengalami bencana tersebut.

Sebaran wilayah dengan potensi banjir bandang dan aliran bahan rombakan terbanyak berada di: Aliran bahan rombakan merupakan salah satu jenis gerakan tanah yang perlu diwaspadai karena material tanah, batuan, dan material lainnya dapat bergerak mengikuti aliran air dengan cepat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terhadap permukiman, infrastruktur, hingga keselamatan masyarakat.
 
Badan Geologi menegaskan bahwa peta prakiraan tersebut tidak menunjukkan bahwa seluruh wilayah yang masuk kategori rawan pasti mengalami bencana. Peta disusun berdasarkan overlay zona kerentanan gerakan tanah Badan Geologi Kementerian ESDM dengan prakiraan curah hujan dari BMKG. 

Karena itu, informasi tersebut digunakan sebagai gambaran potensi dan dasar mitigasi, bukan sebagai kepastian terjadinya tanah longsor atau banjir bandang di suatu wilayah. Potensi bencana perlu lebih diwaspadai ketika hujan deras terjadi dalam durasi panjang, terutama di wilayah dengan lereng curam, lembah sungai, serta daerah yang memiliki kondisi geologi rentan.

Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar wilayah rawan gerakan tanah juga perlu memperhatikan perubahan kondisi lingkungan, seperti munculnya retakan pada tanah atau bangunan, perubahan kemiringan pohon dan tiang, serta aliran air yang berubah.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya