Berita

Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

KAMIS, 08 OKTOBER 2026 | 17:35 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa pengusaha rokok dan tembakau dalam pengembangan penyidikan dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kementerian Keuangan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, tim penyidik memanggil empat orang sebagai saksi pada Kamis, 8 Oktober 2026.

"Pemeriksaan dilakukan di Polda Jawa Tengah," kata Budi.


Keempat saksi tersebut yakni Johan Sugiharto selaku Komisaris PT Karya Putra Prima, A Marwan dari PR Dua Tiga Jepara, Tachta Hidayat selaku karyawan swasta, dan Indah Caturingtias selaku ibu rumah tangga. Pemanggilan ini merupakan bagian dari pengembangan perkara dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan DJBC.

Sebelumnya, Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein membenarkan lembaga antirasuah telah menerbitkan dua surat perintah penyidikan (sprindik) baru sebagai pengembangan perkara tersebut.

Dari dua sprindik itu, satu perkara telah menetapkan Kepala Bea Cukai Kediri, Gatot Heroe Hernanda sebagai tersangka. Gatot ditahan KPK pada Rabu, 26 Agustus 2026 dalam kapasitasnya sebagai Kasubdit Penindakan Direktorat P2 Ditjen Bea dan Cukai terkait Kepabeanan periode 2025-2026.

Sementara itu, KPK juga telah menetapkan Ahmad Dedi, ASN DJBC, sebagai tersangka dalam perkara lainnya.

Ahmad Dedi diduga menerima aliran uang sebesar Rp30 miliar dari bos Blueray Cargo John Field melalui ajudannya, Alex. Pengembangan perkara tersebut masih terus dilakukan KPK, termasuk dengan memeriksa pihak-pihak yang diduga mengetahui aliran uang maupun praktik suap di lingkungan DJBC.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya