Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto menegaskan ekspor perdana baterai kendaraan listrik (EV) dari kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, menjadi bukti nyata keberhasilan strategi hilirisasi yang dijalankan pemerintah.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran ekspor perdana baterai kendaraan listrik sekaligus 11 proyek hilirisasi di kawasan IWIP, Kamis, 8 Oktober 2026.
"Hari ini, ekspor perdana baterai kendaraan listrik adalah langkah penting. Ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi kita benar dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya," ujar Prabowo.
Menurut Kepala Negara, hilirisasi merupakan bagian dari upaya mengelola kekayaan alam Indonesia agar memberikan nilai tambah sekaligus manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga meluncurkan 11 proyek hilirisasi yang terdiri dari empat proyek industri yang memasuki tahap komersial dan tujuh proyek industri baru yang mulai dibangun.
Prabowo mengatakan perkembangan kawasan IWIP menunjukkan kemajuan signifikan.
Berdasarkan laporan Menteri Investasi dan Hilirisasi, realisasi investasi di kawasan tersebut telah mencapai sekitar 20 miliar dolar AS, dengan rencana pengembangan investasi sebesar 7 miliar dolar AS. Pengembangan kawasan industri itu juga telah menyerap lebih dari 100 ribu tenaga kerja.
Capaian tersebut, kata Prabowo, menjadi gambaran bahwa pembangunan industri nasional terus bergerak di tengah berbagai prediksi pesimistis mengenai kondisi Indonesia.
"Mereka yang mengatakan bahwa Indonesia gelap, collapse, Indonesia akan collapse. Tiap bulan diramalkan kita akan collapse. Tapi hari ini saya datang, saya lihat masa depan Indonesia cerah," ujar Prabowo.
Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan kepastian sekaligus menjaga kepercayaan para investor yang telah menanamkan modal di Indonesia.
"Adalah masalah kehormatan bagi bangsa Indonesia untuk menjaga mitra-mitra kita. Mitra-mitra kita, kita anggap sebagai saudara-saudara kita," kata Presiden.