Berita

Anggota Komisi II DPR RI, Bahtra Banong. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Komisi II DPR Belum Terima Salinan Putusan MK soal Gibran

KAMIS, 08 OKTOBER 2026 | 14:28 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Komisi II DPR RI menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara yang menyoroti persyaratan pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden.

Komisi II mengaku belum menerima salinan resmi putusan tersebut sehingga belum dapat memberikan tanggapan lebih jauh.

“Yang pertama, mungkin tentu kami menghormati, menghargai apa yang sudah menjadi keputusan Mahkamah Konstitusi. Namun secara resminya kami belum menerima salinan dari putusan MK,” kata Anggota Komisi II DPR RI, Bahtra Banong di Kompleks Parlemen, Kamis, 8 Oktober 2026. 


Menurutnya, Komisi II akan mempelajari substansi putusan tersebut setelah salinan resmi diterima.

“Kami tentu akan mempelajari, mengkaji secara komprehensif apa-apa yang menjadi keputusan Mahkamah Konstitusi, nanti mungkin berikutnya kami akan sampaikan kepada publik,” ujar Bahtra.

Bahtra menegaskan, sikap Komisi II terhadap putusan MK akan disampaikan setelah proses kajian dilakukan. Ia tidak memberikan penilaian lebih jauh mengenai substansi perkara maupun kemungkinan tindak lanjutnya.

Dalam putusannya pada Selasa, 6 Oktober 2026, MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma luar negeri yang dapat disetarakan dengan tingkat SMA atau sederajat sebagaimana syarat dalam UU Pemilu.

Namun, permohonan tersebut dinyatakan tidak dapat diterima karena para pemohon dinilai tidak memiliki kedudukan hukum atau legal standing. MK juga menegaskan perkara tersebut tidak dapat digunakan untuk mendiskualifikasi Gibran dari jabatan Wakil Presiden karena statusnya tidak lagi berada dalam rezim sengketa hasil Pilpres.

MK menyebut penilaian mengenai keabsahan syarat calon berada di luar kewenangannya dan menjadi ranah lembaga lain yang berwenang menurut UUD 1945.


Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya