Berita

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Politik

LPS Tunggu Kejelasan Skema Penjaminan Dana Nasabah Koperasi

KAMIS, 08 OKTOBER 2026 | 11:50 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) belum menerima secara detail skema pemerintah yang mewacanakan penjaminan simpanan masyarakat di koperasi.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan, pihaknya masih menunggu kejelasan teknis sebelum menentukan langkah terkait rencana tersebut.

“Saya belum mendengar detailnya, tapi kami menunggu aja. Pokoknya kita pelajari dulu,” kata Anggito di Komisi XI DPR RI, dikutip Kamis, 8 Oktober 2026.


Anggito mengatakan ia menyepakati prinsip kesetaraan perlindungan perlu diperhatikan agar masyarakat memperoleh rasa aman yang sama ketika menyimpan dana pada lembaga penghimpun dana.

“Kalau dia menyimpan, ya, dan itu harus disamakan antara bank dan sama lembaga lain yang melakukan penyimpanan dana pihak ketiga,” tuturnya.

LPS, lanjut Anggito, nantinya akan melakukan kajian lebih mendalam dan berdiskusi dengan Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk mematangkan regulasi serta skema penjaminan yang akan diterapkan.

“Mesti ada, ada (kajiannya) dan nanti kita akan nanti diskusi dengan teman-teman Kemenkop, tapi detailnya kami belum tahu, kami menunggu aja,” ucapnya.

Namun, menurutnya, LPS belum dapat memastikan batas nominal simpanan yang akan dijamin maupun teknis pelaksanaan. Sejumlah aspek masih harus dikaji, termasuk kategori koperasi dan jenis simpanan yang nantinya dapat masuk dalam skema penjaminan.

Anggito menjelaskan, koperasi memiliki skema operasional yang berbeda, yakni koperasi open loop dan close loop.

Menurutnya, koperasi open loop yang bergerak di sektor jasa keuangan secara lebih luas dan masuk dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) relatif lebih mudah dipetakan dalam skema penjaminan.

“Saya belum tahu, saya belum tahu mana yang bagian yang mau dijamin, simpanan yang mana, kan belum tahu. Kalau yang open loop kan sudah masuk dalam skemanya pengawasan OJK, nah itu lebih mudah ya,” ucapnya.

Sementara itu, skema penjaminan untuk koperasi close loop yang hanya melayani anggota internal masih perlu dikaji lebih lanjut.

“Kalau yang close loop nanti kita pelajari dulu. Pokoknya kami menyambut baiklah untuk peningkatan kemampuan... pengembangan perkoperasian di Indonesia ya. Kita antusias,” pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah melempar wacana l simpanan koperasi dijamin LPS. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono sebelumnya menyampaikan bahwa simpanan masyarakat di koperasi nantinya akan dijamin LPS, sebagaimana simpanan atau tabungan masyarakat di perbankan.

“Nah, sekarang alhamdulillah sudah ada titik temu. Insya Allah dalam waktu tidak terlalu lama lagi, koperasi-koperasi yang menerima simpanan dari masyarakat akan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan,” ujar Ferry dalam peluncuran Logo Kongres Nasional/Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam di Jakarta, Rabu 30 September 2026.

Ferry mengatakan, saat ini LPS belum menjamin dana masyarakat yang disimpan di koperasi. Menurutnya, perlindungan terhadap simpanan masyarakat penting diberikan kepada koperasi yang menerima dana dari masyarakat.

Karena itu, Ferry mengaku telah berkomunikasi dengan Anggito Abimanyu terkait rencana penjaminan simpanan masyarakat di koperasi.

“Insya Allah ini juga akan membangun lagi kepercayaan masyarakat terhadap koperasi,” ujar Ferry.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya