Berita

Foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming. (Foto: Berita Jakarta)

Politik

Pemakzulan Gibran Tergantung Kemauan Istana

KAMIS, 08 OKTOBER 2026 | 10:55 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai tidak hanya bergantung pada keberanian DPR menggunakan hak konstitusionalnya, tetapi juga pada kemauan politik Istana.

Pengamat politik Andi Yusran menilai relasi kekuasaan antara Presiden, DPR, dan partai politik di parlemen membuat proses politik terhadap Gibran sangat dipengaruhi oleh sikap pemerintah.

“Pertanyaannya adalah apakah DPR memiliki nyali menggunakan hak dan memproses pemakzulan Gibran?” kata Andi kepada RMOL, Kamis, 8 Oktober 2026.


Menurutnya, secara politik, langkah DPR tersebut sulit dilepaskan dari relasi kekuasaan antara Presiden dengan DPR maupun partai-partai politik di parlemen.

“Melihat relasi kuasa yang hegemon oleh Presiden vis-a-vis DPR/parpol parlemen, maka sepertinya penggunaan hak DPR tersebut sangat tergantung kepada kemauan ‘Istana’,” tandasnya.

Andi menyampaikan pandangan tersebut setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan terkait gugatan Denny Indrayana mengenai syarat pendidikan Gibran.

Dalam putusannya, MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma dari luar negeri yang dapat menjadi dasar penyetaraan dengan pendidikan minimal SLTA atau sederajat.

Namun, MK menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima karena persoalan kedudukan hukum. MK juga tidak mendiskualifikasi Gibran dari jabatannya sebagai Wakil Presiden.

Karena itu, menurut Andi, bola politik selanjutnya berada pada DPR dan kekuatan politik yang ada di parlemen. Apakah persoalan tersebut akan ditindaklanjuti atau tidak, pada akhirnya sangat ditentukan oleh dinamika politik dan sikap Istana.


Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya