Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Serangan Kapal Tanker di Selat Hormuz Bikin Harga Minyak Naik Lagi

KAMIS, 08 OKTOBER 2026 | 10:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali menguat setelah meningkatnya serangan terhadap kapal-kapal di Teluk dan Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan dari Timur Tengah. 

Risiko pengiriman yang semakin tinggi membuat pasar kembali mencermati potensi gangguan distribusi minyak, meskipun ekspor dari kawasan tersebut mulai meningkat.

Pada Kamis, 8 Oktober 2026, harga minyak mentah Brent naik 1,33 Dolar AS atau 1,33 persen menjadi 101,53 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) menguat 1,11 Dolar AS atau 1,26 persen menjadi 89,39 Dolar per barel.


Kenaikan ini terjadi setelah harga minyak melemah pada perdagangan Rabu. Sebelumnya, Badan Energi Internasional (IEA) menyepakati percepatan pelepasan cadangan minyak serta memprioritaskan pasokan diesel untuk membantu mengatasi lonjakan harga bahan bakar dan gangguan pasokan akibat perang Iran. Namun, langkah tersebut belum menghilangkan kekhawatiran pasar terhadap keamanan jalur pengiriman minyak.

Selat Hormuz menjadi titik krusial karena sebelum perang, jalur pelayaran ini dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan bahan bakar dunia. Konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran kini memasuki bulan kedelapan, sementara serangan terhadap kapal tanker di kawasan tersebut meningkat sepanjang Oktober. Pekan lalu, jumlah serangan terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz mencapai tingkat tertinggi sejak perang dimulai.

Dalam insiden terbaru, sebuah kapal tanker di utara Qatar dihantam sejumlah proyektil hingga menimbulkan korban jiwa, menurut Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris pada Rabu. 

Tekanan terhadap pasokan turut tercermin dalam data persediaan minyak AS. Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan stok minyak mentah turun 3,2 juta barel menjadi 424,1 juta barel pada pekan yang berakhir 2 Oktober. Penurunan ini lebih besar dibandingkan perkiraan analis dalam jajak pendapat Reuters, yakni 1,7 juta barel.

Sementara itu, persediaan bahan bakar distilat, termasuk diesel dan bahan bakar pesawat, turun 42.000 barel menjadi 105,14 juta barel. Kombinasi risiko pengiriman di Timur Tengah dan penurunan stok minyak AS membuat pasar masih menghadapi ketidakpastian pasokan, yang menopang kenaikan harga minyak dunia.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya