Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

KAMIS, 08 OKTOBER 2026 | 07:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dan logam mulia lainnya mengalami kejatuhan signifikan. Penguatan tajam Dolar Amerika Serikat serta kenaikan imbal hasil US Treasury menjadi pemicu utama berkurangnya minat investor terhadap aset tanpa bunga ini.

Emas spot merosot 1,2 persen ke level 4.113,89 Dolar AS per ons pada penutupan Rabu 7 Oktober 2026 atau Kamis dini hari WIB,  menyentuh posisi terendahnya sejak 5 Agustus. Sementara itu, emas berjangka untuk kontrak pengiriman Desember ditutup melemah 1,1 persen menjadi 4.140,70 Dolar AS per ons. 

Tekanan ini terjadi karena Indeks Dolar AS menguat 0,4 persen, yang membuat emas kian mahal bagi pemegang mata uang lain. Di sisi lain, imbal hasil US Treasury 10 tahun melonjak ke level tertinggi dalam dua dekade.


Pasar memperkirakan Federal Reserve atau The Fed akan menahan suku bunganya pada bulan ini. Namun, peluang kenaikan suku bunga lanjutan pada Desember masih diperkirakan sekitar 85 persen. Sejumlah pejabat The Fed mengindikasikan bahwa suku bunga tinggi mungkin akan bertahan lebih lama guna meredam tekanan inflasi.

Meski tertekan, bank sentral China justru terus memborong emas sepanjang September, memperpanjang aksi beli beruntun hingga 23 bulan. Menurut Vice President Zaner Metals, Peter Grant, permintaan bank sentral ini masih menjadi penopang utama harga emas. Grant memproyeksikan harga emas berpotensi menguji level 4.000 Dolar AS sebelum kembali pulih menuju target 4.400 Dolar AS di akhir tahun.

Koreksi tajam juga melanda logam mulia lainnya di pasar spot. Perak anjlok 3 persen menjadi 59,86 Dolar AS per ons, platinum merosot 3,9 persen ke posisi 1.635,04 Dolar AS per ons, serta paladium ambles 4 persen menjadi 1.125,70 Dolar AS per ons.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya