Berita

Mantan ibu negara Sri Lanka Shiranthi Rajapaksa ditangkap terkait dugaan penyalahgunaan dana bantuan (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube DD India)

Global

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

KAMIS, 08 OKTOBER 2026 | 07:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kasus dugaan korupsi kembali menyeret keluarga mantan Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa. Kali ini, istrinya, Shiranthi Rajapaksa, ditangkap aparat antikorupsi terkait dugaan penyalahgunaan dana donasi yang semula dikumpulkan untuk membantu sebuah rumah sakit anak-anak.

Dikutip dari BBC, Kamis 8 Oktober 2026, Shiranthi, 73 tahun, ditangkap di kediamannya di Kolombo pada Rabu. Penangkapan dilakukan dua hari setelah ia kembali ke Sri Lanka dari Singapura, tempat ia menjalani perawatan medis.

Ia diperiksa terkait dana sebesar 10 juta rupee Sri Lanka atau sekitar 30.300 Dolar AS yang dikumpulkan melalui badan amal Siriliya Saviya. Dana tersebut disebut diperuntukkan membeli alat pemindai khusus bagi Rumah Sakit Anak Lady Ridgeway di Kolombo.


Namun, otoritas Sri Lanka mengatakan alat pemindai yang dimaksud ternyata telah lebih dulu disumbangkan oleh pemerintah China. Kondisi itu kemudian memicu pertanyaan mengenai penggunaan dana yang sudah terlanjur dikumpulkan.

Shiranthi membantah melakukan kesalahan dan menegaskan uang tersebut tidak disalahgunakan. Juru bicara Mahinda Rajapaksa, Manoj Gamage, juga mengatakan dana tersebut masih berada di rekening Siriliya Saviya dan tidak ada penipuan.

"Uang tersebut aman di rekening Siriliya dan tidak terjadi penipuan," kata Gamage.

Sebelum ditangkap, Shiranthi telah mengajukan petisi ke pengadilan untuk mencegah penangkapannya. Namun, sidang atas permohonan tersebut baru dijadwalkan pada 12 Oktober.

Kasus ini menambah panjang daftar persoalan hukum yang membayangi keluarga Rajapaksa. Mahinda Rajapaksa merupakan presiden Sri Lanka pada 2005-2015 dan pernah menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di negara tersebut. Ia mendapat dukungan besar setelah pemerintahannya mengakhiri perang saudara melawan pemberontak Macan Tamil pada 2009.

Namun, pengaruh keluarga Rajapaksa kemudian merosot tajam. Pada 2022, gelombang demonstrasi besar terjadi setelah Sri Lanka dilanda krisis ekonomi, inflasi tinggi, serta kelangkaan bahan bakar, makanan, dan obat-obatan. Adik Mahinda, Gotabaya Rajapaksa, yang saat itu menjadi presiden, akhirnya terpaksa meninggalkan jabatannya.

Di bawah Presiden Anura Kumara Dissanayake, penyelidikan terhadap dugaan korupsi yang melibatkan keluarga Rajapaksa kembali digencarkan. Putra Mahinda dan Shiranthi, Namal Rajapaksa, telah ditangkap tahun ini terkait dugaan kasus dalam kesepakatan pengadaan pesawat pada masa pemerintahan ayahnya. Saudara Namal, Yoshitha Rajapaksa, juga ditangkap dalam kasus dugaan korupsi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya