Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Istimewa)
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Istimewa)
Pada Selasa, 6 Oktober 2026, MK memang menyatakan permohonan dalam perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 tidak dapat diterima. Namun, alasan yang membuat putusan ini menarik justru terdapat dalam pertimbangan hukumnya: MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma pendidikan luar negeri yang dapat dijadikan dasar penyetaraan dengan pendidikan minimal SMA, MA, SMK, atau sederajat sebagaimana dipersyaratkan UU Pemilu.
"Di sinilah letak paradoks putusan tersebut. Gugatan tidak diterima, tetapi persoalan substansial mengenai bukti pendidikan justru tercatat dalam pertimbangan MK," kata Pengamat Politik Universitas Nasional (UNAS), Selamat Ginting, dikutip Kamis 8 Oktober 2026.
Populer
Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13
Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33
Minggu, 27 September 2026 | 11:44
Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36
Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06
Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43
Minggu, 27 September 2026 | 14:20
UPDATE
Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12
Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59
Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51
Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44
Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27
Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04
Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55
Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32
Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25
Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01