Berita

Rilis survei nasional Adidaya Institute. (Foto: Dok. Adidaya Institute)

Politik

Survei: 61,6 Persen Publik Minta MBG Tetap Dilanjutkan

RABU, 07 OKTOBER 2026 | 17:57 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) gagasan Presiden Prabowo Subianto masih mendapat dukungan yang cukup tinggi dari masyarakat.

Dalam survei nasional Adidaya Institute, tercatat 66,5 persen responden menilai MBG memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sementara hanya 33,5 persen responden menilai tidak bermanfaat.

"Dukungan publik terhadap MBG terbukti sangat kuat. Sekitar 6 dari 10 warga ingin program MBG dilanjutkan dan 2 dari 3 warga merasa program ini bermanfaat," kata Direktur Eksekutif Adidaya Institute Rahman Toha Budiarto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.


Mayoritas juga meminta program tersebut tetap dilanjutkan. Tercatat sebanyak 61,6 persen responden meminta program unggulan Presiden Prabowo ini tetap dilanjutkan, sementara 38,4 persen sisanya meminta program tersebut dihentikan.

Hal ini bukan tanpa alasan. Sebab dampak langsung program MBG cukup dirasakan keluarga. Sebanyak 63 persen responden mengakui dampak MBG bagi keluarga dan 63,4 persen meyakini program tersebut berdampak terhadap perbaikan gizi.

Dari sisi penerima, 73,8 persen peserta didik disebut sudah menerima MBG. Sementara penerima dari kelompok balita mencapai 33,4 persen dan ibu hamil 25,5 persen. Penilaian terhadap menu juga cenderung positif. Sebanyak 54,6 persen responden menilai menu MBG lebih bergizi dibanding makanan di rumah.

Meski demikian, persoalan tata kelola masih menjadi perhatian publik. Sebanyak 33,9 persen responden menyebut tata kelola sebagai masalah utama, disusul korupsi 25,7 persen dan anggaran 15,1 persen.

Isu keamanan pangan juga masih membayangi. Sebanyak 21,4 persen responden secara spontan menyebut keracunan sebagai persoalan penting dalam pelaksanaan MBG.

Direktur Politik dan Demokrasi Adidaya Institute Ahmad Fadhli menambahkan, 41 persen responden masih khawatir jika anggota keluarganya menerima MBG. Namun, 60,4 persen lainnya mengaku senang jika keluarganya mendapat program tersebut.

"Rasa aman atas program MBG semestinya bisa segera kembali dipulihkan," ujar Fadhli.

Dalam menyikapi kasus keracunan, mayoritas publik memilih perbaikan pengelolaan dapur penyedia dibanding menghentikan program. Sebanyak 83,9 persen responden mendukung evaluasi, penutupan, hingga pemberian sanksi tegas terhadap dapur penyedia atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah.

Hanya 11,9 persen responden yang meminta MBG dihentikan secara total.

Survei Adidaya Institute ini digelar secara tatap muka bersama 1.240 responden yang tersebar di 38 provinsi pada 15-21 September 2026. Jumlah responden diambil secara proporsional dan berimbang berdasarkan padat jumlah penduduk (padat DPT) di 38 Provinsi sehingga terpilih 122 Kota/Kabupaten, serta berbasis tempat pemungutan suara (TPS) by name, by address.

Teknik penarikan sampling survei ini menggunakan metode probability sampling (systematic sampling) dengan margin of error kurang lebih 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya