Rilis survei nasional Adidaya Institute. (Foto: Dok. Adidaya Institute)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) gagasan Presiden Prabowo Subianto masih mendapat dukungan yang cukup tinggi dari masyarakat.
Dalam survei nasional Adidaya Institute, tercatat 66,5 persen responden menilai MBG memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sementara hanya 33,5 persen responden menilai tidak bermanfaat.
"Dukungan publik terhadap MBG terbukti sangat kuat. Sekitar 6 dari 10 warga ingin program MBG dilanjutkan dan 2 dari 3 warga merasa program ini bermanfaat," kata Direktur Eksekutif Adidaya Institute Rahman Toha Budiarto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.
Mayoritas juga meminta program tersebut tetap dilanjutkan. Tercatat sebanyak 61,6 persen responden meminta program unggulan Presiden Prabowo ini tetap dilanjutkan, sementara 38,4 persen sisanya meminta program tersebut dihentikan.
Hal ini bukan tanpa alasan. Sebab dampak langsung program MBG cukup dirasakan keluarga. Sebanyak 63 persen responden mengakui dampak MBG bagi keluarga dan 63,4 persen meyakini program tersebut berdampak terhadap perbaikan gizi.
Dari sisi penerima, 73,8 persen peserta didik disebut sudah menerima MBG. Sementara penerima dari kelompok balita mencapai 33,4 persen dan ibu hamil 25,5 persen. Penilaian terhadap menu juga cenderung positif. Sebanyak 54,6 persen responden menilai menu MBG lebih bergizi dibanding makanan di rumah.
Meski demikian, persoalan tata kelola masih menjadi perhatian publik. Sebanyak 33,9 persen responden menyebut tata kelola sebagai masalah utama, disusul korupsi 25,7 persen dan anggaran 15,1 persen.
Isu keamanan pangan juga masih membayangi. Sebanyak 21,4 persen responden secara spontan menyebut keracunan sebagai persoalan penting dalam pelaksanaan MBG.
Direktur Politik dan Demokrasi Adidaya Institute Ahmad Fadhli menambahkan, 41 persen responden masih khawatir jika anggota keluarganya menerima MBG. Namun, 60,4 persen lainnya mengaku senang jika keluarganya mendapat program tersebut.
"Rasa aman atas program MBG semestinya bisa segera kembali dipulihkan," ujar Fadhli.
Dalam menyikapi kasus keracunan, mayoritas publik memilih perbaikan pengelolaan dapur penyedia dibanding menghentikan program. Sebanyak 83,9 persen responden mendukung evaluasi, penutupan, hingga pemberian sanksi tegas terhadap dapur penyedia atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah.
Hanya 11,9 persen responden yang meminta MBG dihentikan secara total.
Survei Adidaya Institute ini digelar secara tatap muka bersama 1.240 responden yang tersebar di 38 provinsi pada 15-21 September 2026. Jumlah responden diambil secara proporsional dan berimbang berdasarkan padat jumlah penduduk (padat DPT) di 38 Provinsi sehingga terpilih 122 Kota/Kabupaten, serta berbasis tempat pemungutan suara (TPS)
by name, by address.
Teknik penarikan sampling survei ini menggunakan metode
probability sampling (
systematic sampling) dengan
margin of error kurang lebih 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.