Berita

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Putusan MK Bisa jadi Pintu Masuk Pemakzulan Gibran

RABU, 07 OKTOBER 2026 | 17:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Polemik terkait persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dinilai belum sepenuhnya berakhir setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan perkara sengketa hasil Pilpres 2024 terkait syarat pendidikan Gibran.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie memandang, Putusan MK yang menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan mengenai kepemilikan ijazah, sertifikat, atau diploma luar negeri yang menjadi dasar penyetaraan pendidikan Gibran dengan jenjang SLTA, dapat menjadi pintu masuk bagi pihak penggugat untuk membawa persoalan tersebut ke ranah politik.

"Ini justru menjadi pintu masuk ke arah pemakzulan di DPR," kata Jerry kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.


Menurutnya, masih terdapat proses politik dan hukum yang mungkin ditempuh setelah putusan MK. Karena, persoalan tersebut dapat dibawa ke lembaga lain yang memiliki kewenangan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam putusannya, MK memang menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah atau dokumen pendidikan luar negeri yang dapat menjadi dasar penyetaraan dengan pendidikan paling rendah SLTA atau sederajat. Namun, MK tidak membatalkan atau mendiskualifikasi Gibran karena permohonan para pemohon dinilai tidak dapat diterima akibat persoalan kedudukan hukum.

Jerry berpendapat, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak yang sebelumnya mengajukan gugatan, termasuk Denny Indrayana dan koleganya, untuk menempuh jalur lain.

"Ini bisa menjadi senjata ampuh penggugat untuk membawa persoalan ini ke ranah DPR dan berpotensi dimakzulkan," ujarnya.

Ia juga menilai persoalan kewenangan perlu menjadi perhatian, karena menurutnya pemeriksaan persyaratan calon presiden dan wakil presiden merupakan bagian dari tahapan pencalonan yang melibatkan KPU dan Bawaslu.

Sementara itu, MK dalam pertimbangannya menyatakan persoalan mengenai ada atau tidaknya dokumen pendidikan yang menjadi dasar pemenuhan syarat calon secara substantif merupakan ranah lembaga yang memiliki kewenangan untuk menilai keabsahan dan keterpenuhan syarat calon presiden dan wakil presiden.

Jerry juga menyinggung konfigurasi politik di DPR. Menurut dia, posisi politik Gibran akan menghadapi tantangan apabila tidak mendapatkan dukungan partai-partai di parlemen.

"Apalagi Prabowo hanya diam, tidak ada pembelaan," tandasnya.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya