Berita

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Pemerintahan

Penerbitan KITAS TKA Ditarget Rampung Lima Hari demi Iklim Investasi

RABU, 07 OKTOBER 2026 | 16:48 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah mempercepat proses penerbitan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) bagi tenaga kerja asing (TKA) untuk memperbaiki iklim investasi dan meningkatkan daya saing Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, penerbitan KITAS bagi TKA ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu lima hari melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

"Untuk izin tinggal terbatas bagi tenaga kerja asing juga akan dikeluarkan oleh Kementerian Investasi. Kami sudah sepakat dengan Kemenimipas, prosesnya menjadi lima hari," ujar Rosan dalam acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.


Menurut Rosan, percepatan tersebut menjadi bagian dari reformasi kebijakan dan regulasi untuk membuat proses perizinan investasi di Indonesia lebih cepat, tepat, terukur, dan terstruktur.

"Kita harus terus melakukan reformasi, baik dari sisi kebijakan maupun regulasi, karena kita bersaing dengan negara-negara tetangga," tegasnya.

Selain mempercepat penerbitan KITAS, pemerintah juga terus mengintegrasikan sistem Online Single Submission (OSS) dengan kementerian dan lembaga terkait.

Rosan mengatakan, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025, sistem OSS kini telah terhubung dengan 18 kementerian dan lembaga.

Integrasi tersebut, lanjutnya, memberikan kepastian dalam proses perizinan melalui penerapan service level agreement (SLA).

Apabila kementerian atau lembaga terkait tidak memberikan respons sesuai batas waktu yang ditetapkan, Kementerian Investasi dapat menerbitkan perizinan sesuai mekanisme yang diatur dalam PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

"Kalau kementerian atau lembaga tidak memberikan respons sesuai SLA, Kementerian Investasi dapat menerbitkan izin tersebut. Ini memberikan kepastian dalam proses perizinan," jelasnya.

Rosan mengungkapkan, Kementerian Investasi hingga kini telah menerbitkan lebih dari 258 perizinan melalui mekanisme tersebut.

Kebijakan itu merupakan bagian dari penerapan mekanisme concurrent positive untuk memastikan proses perizinan tetap berjalan ketika kementerian atau lembaga terkait tidak memberikan respons dalam batas waktu yang ditetapkan.

"Kami di Kementerian Investasi sudah mengeluarkan lebih dari 258 perizinan hasil dari PP 28 ini," pungkasnya.


Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya