Berita

Ilustrasi

Pemerintahan

Pemerintah Buka Peluang Moratorium Industri Nikel Setengah Jadi

RABU, 07 OKTOBER 2026 | 15:19 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah mempertimbangkan moratorium sementara terhadap industri nikel yang menghasilkan produk setengah jadi untuk mengantisipasi kondisi oversupply dan menjaga harga komoditas tersebut.

Menteri ESDM sekaligus Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan, kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian. Pemerintah ingin mengalihkan dorongan hilirisasi menuju industri yang menghasilkan produk hilir secara langsung.

“Kalau memang kita sudah terjadi oversupply untuk dunia, sekarang kan kita yang dari kebutuhan dan cadangan ada 2,5 juta. Ini kan oversupply, makanya harganya lagi jatuh,” kata Bahlil di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026. 


Menurutnya, kapasitas produksi tidak harus dimaksimalkan ketika kondisi pasar global mengalami kelebihan pasokan. Strategi tersebut diperlukan agar harga nikel tidak semakin tertekan.

“Kalau kita mengikuti terus permintaan smelter, itu harga kita pasti akan jatuh. Karena itu ada namanya strategi,” ujarnya.

Bahlil menegaskan, pemerintah tidak ingin komoditas nikel dijual murah hanya karena produksi terus digenjot. Kapasitas terpasang pun dapat diatur agar produksi menyesuaikan kondisi oversupply.

“Sekalipun kapasitas terpasang contoh katakanlah 10, mungkin yang akan bisa berproduksi selama kita masih terjadi oversupply tidak sampai 10. Itu yang kita akan atur,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengelolaan nikel perlu dilakukan secara berkelanjutan karena berbeda dengan komoditas yang dapat diperbarui. 

“Kalau nikel, batu bara, diambil kan enggak bisa berbuah. Jadi tolong kita jaga ini juga harus berkelanjutan untuk masa depan bangsa,” pungkas Bahlil.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya