Berita

Gelaran seminar Campus to Community di Universitas Pamulang (Unpam), Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa, 6 Oktober 2026 (Foto: Istimewa)

Mikro

LPS Ungkap 52 Persen Gen Z Pernah Alihkan Dana Investasi ke Judi Bola

RABU, 07 OKTOBER 2026 | 13:49 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai literasi keuangan di kalangan masyarakat kelahiran 1997-2012 atau Generasi Z (Gen Z) masih perlu ditingkatkan. 

Kelompok tersebut dinilai menjadi salah satu yang rentan terjerat judi online (judol), termasuk sport betting atau taruhan olahraga.

Hal itu disampaikan Direktur Group Tata Kelola, Risiko & Kepatuhan II LPS Nicolas Silalahi di acara seminar Campus to Community, yang digelar LPS dan Warta Ekonomi di Universitas Pamulang (Unpam), Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa, 6 Oktober 2026.


Berdasarkan data LPS, sebagian Gen Z bahkan pernah mengalihkan dana yang semula dialokasikan untuk investasi ke aktivitas sport betting.

"Dari data kami, jadi memang Gen Z ini paling rentan, bahkan 52 persen pernah mengalihkan dana investasinya ke sport betting. Jaman saya dulu judi bola, 26 persen menganggap sports betting sebagai strategi keuangan jangka panjang," ungkap Nicolas.

Menurut Nicolas, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya persoalan dalam pemahaman masyarakat mengenai perbedaan antara aktivitas perjudian dan investasi. 

Ketidakjelasan batas tersebut membuat sebagian Gen Z dapat memandang aktivitas taruhan sebagai salah satu cara untuk mengelola atau menggandakan keuangan.

"Temuan ini menunjukan batas yang kabur antara judi dan investasi. Perbedaannya jelas, judi dilarang, investasi itu ada analisa, ada legal, produknya ada," dia menegaskan.

Sementara itu, Rektor Universitas Pamulang Nurzaman menjelaskan pengelolaan keuangan juga jadi instrumen penting yang wajib dikenali sedari dini. 

Dalam konteks ini, ia mengelompokkan empat pilar dasar literasi keuangan untuk dapat membantu seseorang agar bisa mengelola uang dengan bijak, yakni pendapatan (earning), pengeluaran (spending), tabungan (saving), dan berbagi (sharing). 

"Setelah diperoleh, maka spending, bagaimana pengeluarannya, prioritaskan yang diperlukan bukan yang diinginkan, sehingga terjadi balance antara earning dengan spending. Yang ketiga saving untuk masa depan, sekecil apapun harus bisa menabung. Setelah saving jangan lupa ada kewajiban sharing, ada pajak, infaq, sedekah, dan lain-lain," paparnya. 

Senada, Independent Financial Planner Andy Nugroho menekankan bahwa perjudian tidak bisa disamakan dengan investasi sebagai alat untuk melipatgandakan kekayaan. 

Dia lantas membagikan tips agar perputaran uang seseorang bisa tetap sehat tanpa terjebak instrumen keuangan bodong. 

"Ada banyak metode mengelola keuangan. Salah satunya ini, 40 persen buat pengeluaran sehari hari. Utang maksimal 30 persen, 20 persen menabung dan investasi, sisanya 20 persen buat dana amal," terang dia. 

Sebagai penutup, Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi turut mengingatkan pentingnya asuransi dalam mengatur manajemen risiko perputaran uang. 

Gatot mencontohkan perlindungan yang diberikan oleh asuransi sosial seperti diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. 

"Daripada kita tanggung sendiri risiko itu, misal kalau kita sakit, biaya rumah sakit pasang ring Rp60 juta. Daripada saya menanggung sendiri biaya operasi pasang ring, mending saya pasang premi untuk meng-cover kalau terjadi sesuatu. Kata kuncinya, kalau terjadi risiko," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya