Berita

Brigjen TNI Iwan Setiawan/Tangkapan layar web tniad.mil.id

Nusantara

Jejak Langkah Letjen TNI Iwan Setiawan Menuju Pangkostrad

RABU, 07 OKTOBER 2026 | 12:39 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali melakukan penyegaran dalam struktur kepemimpinan perwira tingginya.

Dalam gerbong mutasi terbaru, Letnan Jenderal (Letjen) TNI Iwan Setiawan resmi dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Jenderal bintang tiga lulusan Akademi Militer tahun 1992 ini dikenal memiliki rekam jejak dan latar belakang yang sangat mumpuni di Korps Baret Merah atau Komando Pasukan Khusus (Kopassus).


Sebelum mengemban amanah sebagai Pangkostrad, ia sebelumnya menjabat sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif).

Lahir di Bandung pada 15 Februari 1968, Letjen Iwan Setiawan mengawali karier militernya di Kopassus sejak pangkat Perwira Pertama. Selain gemilang di bidang kemiliteran formal, ia juga memiliki kualifikasi taktis kedirgantaraan yang mumpuni, seperti Free Fall dan Pandu Udara. 

Namanya bahkan tercatat dalam sejarah emas militer nasional ketika berhasil mengibarkan Sang Saka Merah Putih di puncak Gunung Everest pada 1997 melalui ekspedisi yang digagas langsung oleh Prabowo Subianto.

Perjalanan karier militer Letjen TNI Iwan Setiawan terbentang melalui berbagai penugasan taktis, teritorial, hingga kepemimpinan strategis. Ia mengawali langkah operasional lapangannya sebagai Komandan Unit Grup 2/Para Komando Kopassus pada 1993.

Seiring berjalannya waktu, kepercayaan demi kepercayaan terus diembannya, termasuk memimpin satuan pemukul elite sebagai Komandan Batalyon 22/Manggala Yudha Grup 2 Kopassus di Sukoharjo pada tahun 2008.

Pengalamannya semakin matang ketika ia memasuki jalur komando teritorial kedinasan daerah dengan menjabat sebagai Komandan Kodim 0608/Cianjur pada 2010.

Ia kemudian kembali ke Korps Baret Merah untuk menduduki posisi pimpinan lini kedua sebagai Wakil Komandan Grup 2/Para Komando Kopassus pada 2011, sebelum akhirnya memimpin Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus) pada 2015 untuk menggembleng mental dan fisik para prajurit komando.

Memasuki jenjang perwira tinggi, ia mengemban tugas berat mengamankan wilayah pertahanan konflik di Papua sebagai Danrem 173/Praja Vira Braja Biak pada periode 2020–2021 dengan menyandang pangkat Brigadir Jenderal.

Kariernya di Korps Baret Merah mencapai puncak ketika ia dipercaya memimpin seluruh korps secara nasional sebagai Danjen Kopassus pada 2022–2023.

Selepas itu, ia mengabdi sebagai Pangdam XII/Tanjungpura pada 2023–2025 untuk memimpin komando kewilayahan pertahanan perbatasan yang membawahi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Sebelum ditunjuk sebagai Pangkostrad, ia menjabat sebagai Danpussenif pada 2025–2026 dan resmi meraih pangkat bintang tiga Letnan Jenderal untuk memimpin kiblat kesenjataan infanteri Angkatan Darat.

Promosi jabatan tertinggi ini menegaskan tingginya kepercayaan negara terhadap kapasitas kepemimpinan taktis sang jenderal. Pengalaman operasi tempur serta ketegasan prinsip yang dimilikinya diproyeksikan mampu membawa penyegaran signifikan bagi kesiapsiagaan pasukan Kostrad.

Dengan pengalaman luas dan rekam jejak gemilang yang telah teruji di berbagai medan penugasan, kepemimpinan baru di bawah komando Letjen TNI Iwan Setiawan ini diharapkan dapat terus meningkatkan profesionalisme dan kekuatan pertahanan TNI Angkatan Darat ke depan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya